Dirut Perumda AM Padang; 1,7 Persen Pelanggan Belum Terlayani Optimal -->

AdSense New

Dirut Perumda AM Padang; 1,7 Persen Pelanggan Belum Terlayani Optimal

Jumat, 23 Januari 2026

Direktur Utama Perumda AM Padang, Hendra Pebrizal saat diwawancarai wartawan


Padang, fajarsumbar.com - Persoalan distribusi air bersih yang masih dialami sebagian kecil warga Kota Padang mendapat sorotan serius dari jajaran manajemen Perumda Air Minum Kota Padang. Meski secara umum layanan telah kembali stabil, manajemen menilai sisa gangguan yang ada tidak bisa dianggap sepele.


Direktur Utama Perumda AM Padang, Hendra Pebrizal, menyampaikan bahwa gangguan layanan yang masih terjadi harus menjadi perhatian bersama. Baginya, air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak boleh terhambat terlalu lama.


Pernyataan itu disampaikan Hendra usai menghadiri rapat bersama Komisi II DPRD Padang, Kamis (22/1/2026). Hendra menekankan bahwa bagi warga terdampak, gangguan sekecil apa pun tetap menjadi beban dalam aktivitas sehari-hari.


Secara keseluruhan, tingkat layanan Perumda AM saat ini telah mencapai 98,3 persen atau sekitar 127 ribu pelanggan aktif. Angka tersebut menunjukkan pemulihan yang signifikan dibanding kondisi sebelumnya.


Namun, masih terdapat sekitar 1,7 persen pelanggan—setara 2.165 sambungan rumah—yang belum menerima suplai air secara optimal. Kelompok inilah yang kini menjadi fokus percepatan penanganan.


Sebagai langkah darurat, perusahaan mengerahkan mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih langsung ke wilayah terdampak. Selain itu, sejumlah tandon atau tedmon ditempatkan di titik strategis agar warga tetap memiliki cadangan air.


Distribusi dilakukan secara terjadwal untuk memastikan kebutuhan dasar pelanggan tetap terpenuhi sembari menunggu normalisasi jaringan sepenuhnya selesai.


Di sisi lain, Hendra menjelaskan bahwa penanganan warga terdampak yang bukan pelanggan Perumda AM berada dalam koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Pemerintah Kota Padang.


Meski demikian, Perumda AM tetap mengambil peran dengan menyediakan sumber air untuk kebutuhan bantuan tersebut. Air diambil dari dua instalasi pengolahan, yakni IPA Palukan di Lubuk Minturun dan IPA Sikayan di kawasan Ulu Gadut.


Proses distribusinya melibatkan dukungan lintas instansi, termasuk BPBD, PMI, serta Dinas PUPR. Kolaborasi ini dilakukan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat secara merata.


Hendra menegaskan, sisa persoalan layanan yang ada menjadi tanggung jawab moral perusahaan. Ia memastikan percepatan pemulihan terus dilakukan hingga seluruh pelanggan kembali menerima air bersih tanpa gangguan.(Ab)