243 CJH Padang Pariaman Digembleng, Negara Siapkan “Pasukan Ibadah” ke Tanah Suci -->

AdSense New

243 CJH Padang Pariaman Digembleng, Negara Siapkan “Pasukan Ibadah” ke Tanah Suci

Kamis, 12 Februari 2026
H.Asfar Amir Tanjung salahseorang Narasumber Bersertifikat yang punya "Alat Perangkat Pendukung Manasik" sedang memperagakan tatacara memakai ihram kepada peserta Manasik CJH Padang Pariaman (foto.dok.at) 

Padang Pariaman - Harapan menuju Tanah Suci mulai dipahat dengan kesungguhan. Sebanyak 243 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Padang Pariaman mengikuti pemantapan manasik haji menjelang pemberangkatan musim haji 2026.


Kegiatan ini menjadi fase krusial setelah para jemaah resmi melunasi biaya perjalanan haji, sekaligus menjadi bekal spiritual dan teknis agar perjalanan ibadah tidak sekadar ritual, melainkan perjalanan penghambaan yang utuh.


Di balik padatnya agenda, manasik tingkat kecamatan digelar selama empat hari, yakni pada 7, 8, 14, dan 15 Februari 2026. Para jamaah dibagi dalam empat wilayah besar agar pembinaan lebih efektif dan intens.


Skema ini dirancang Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kankemenhaj) Kabupaten Padang Pariaman untuk memastikan seluruh jemaah mendapatkan pemahaman yang matang sebelum memasuki tahapan ibadah sesungguhnya di Tanah Haram.


Kepala KanKementerian Haji dan Umrah Kabupaten Padang Pariaman, H.Adri Ahmad, SHI, MA Tuanku Imam Muda menegaskan kepada fajarsumbar.com, Kamis (12/2/2026) manasik bukan sekadar rutinitas tahunan.


Ia menyebut kegiatan ini sebagai ruang pembekalan total bagi jemaah, mulai dari pemahaman rukun dan wajib haji hingga strategi menghadapi dinamika pelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. “Jamaah harus berangkat dengan ilmu, bukan hanya niat,” ujarnya menegaskan.


Empat lokasi utama dipilih sebagai pusat pembinaan. Wilayah pertama dilaksanakan di Masjid Raya Sungai Laban, Kecamatan Nan Sabaris, yang menghimpun jemaah dari sejumlah kecamatan sekitar.


Wilayah kedua dipusatkan di Masjid Baiturrahman Lubuk Alung, melibatkan jemaah dari Lubuk Alung, Batang Anai, Ulakan Tapakis, dan Sintuk Toboh Gadang.


Sementara itu, Masjid Raya Kiambang di Kecamatan 2X11 Enam Lingkung menjadi titik wilayah ketiga, dan Masjid Raya Bisati Kecamatan VII Koto menjadi pusat pembinaan wilayah keempat.


Tidak hanya teori, para jemaah juga mendapatkan praktik langsung tata cara pelaksanaan ibadah. Mulai dari simulasi tawaf, sa’i, tahalul, hingga peragaan wukuf di Arafah dilakukan secara detail.


Bahkan, materi tentang budaya dan tradisi masyarakat di Makkah dan Madinah turut disampaikan agar jemaah mampu beradaptasi selama menjalani ibadah di negeri orang.


Setelah rangkaian manasik kecamatan rampung, seluruh jamaah akan dipertemukan dalam manasik tingkat kabupaten yang dijadwalkan berlangsung Senin, 16 Februari 2026 di Masjid Kabun Pauh Kambar.


Momentum ini menjadi puncak konsolidasi sekaligus evaluasi kesiapan mental, fisik, dan spiritual seluruh calon jemaah sebelum memasuki fase keberangkatan.


Menariknya, para pemateri yang dilibatkan bukan sosok sembarangan. Mereka merupakan instruktur manasik bersertifikat. Bahkan sebagian di antaranya berpengalaman menjadi petugas haji seperti TPHI dan TPIHI di Tanah Suci.


Melalui program pembinaan yang didukung penuh pemerintah ini, diharapkan seluruh calon jemaah haji Padang Pariaman mampu menjalankan ibadah dengan lancar, khusyuk, dan pulang membawa predikat haji mabrur yang selama ini menjadi dambaan setiap umat Muslim.(at/sa).