![]() |
| Hamdanus |
Padang, fajarsumbar.com - Tahapan penting menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 mulai mengerucut. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar memastikan sebanyak 48 cabang olahraga (cabor) telah memenuhi syarat administrasi dan dinyatakan aktif secara kelembagaan untuk ambil bagian dalam ajang multi event olahraga terbesar di Ranah Minang tersebut.
Keputusan itu diambil setelah proses verifikasi menyeluruh terhadap status kepengurusan dan keaktifan masing-masing cabor melalui KONI kabupaten/kota. Dengan hasil tersebut, daftar sementara cabang olahraga peserta Porprov XVI kini memasuki tahap finalisasi teknis.
Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar yang juga Ketua Pelaksana Porprov XVI, Dr. Septri, menjelaskan bahwa daftar 48 cabor tersebut akan dibawa ke forum resmi dalam rapat koordinasi teknis (rakornis) bersama KONI kabupaten/kota dan pengurus provinsi (pengprov). Rakornis dijadwalkan berlangsung pada 7 Maret 2026.
Menurutnya, forum tersebut tidak sekadar mengesahkan daftar cabang olahraga, tetapi juga akan menetapkan berbagai aspek krusial seperti pembagian tuan rumah per cabor, sinkronisasi jadwal pertandingan, hingga peluncuran resmi Porprov XVI beserta sistem aplikasi digital yang akan digunakan untuk mendukung operasional pertandingan.
“Verifikasi ini menjadi fondasi awal. Setelah ini, kita masuk ke tahap teknis agar seluruh pelaksanaan berjalan sistematis dan terukur,” ujar Septri.
Dari 48 cabor yang lolos, sejumlah cabang unggulan dengan basis pembinaan kuat tercatat memiliki dukungan kepengurusan kabupaten/kota yang signifikan. Sepak takraw, taekwondo, atletik, dan panahan misalnya, masing-masing didukung 17 pengurus cabang aktif. Sementara bola voli, tinju, pencak silat, bulutangkis, dan karate mengantongi 16 pengcab aktif.
Selain cabang-cabang tersebut, Porprov XVI juga akan mempertandingkan olahraga seperti akuatik, catur, bola basket, futsal, angkat besi, angkat berat, dayung, panjat tebing, tarung derajat, tenis lapangan, hingga bridge. Cabang bela diri modern seperti muaythai, mixed martial arts, kick boxing, hapkido, judo, dan sambo juga masuk dalam daftar.
Cabor berbasis rekreasi dan komunitas seperti pickleball, petanque, woodball, gateball, cricket, serta dance sport turut dipastikan tampil. Beberapa di antaranya memenuhi batas minimal 10 pengurus cabang aktif, syarat untuk mempertandingkan nomor secara lengkap.
Porprov XVI sendiri akan digelar pada 2–14 Oktober 2026 dengan skema tuan rumah bersama. Kompleks Universitas Negeri Padang (UNP) direncanakan menjadi pusat kegiatan utama, sementara sejumlah kabupaten/kota lain akan menjadi lokasi pertandingan untuk cabang olahraga tertentu sesuai kesiapan sarana dan prasarana.
Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menegaskan bahwa Porprov bukan sekadar agenda rutin dua tahunan, melainkan bagian integral dari sistem pembinaan prestasi olahraga daerah. Ia menyebut ajang ini sebagai laboratorium kompetitif untuk menjaring atlet potensial menuju level nasional.
“Porprov menjadi titik awal pembinaan berjenjang. Atlet yang tampil dan berprestasi di sini akan diproyeksikan ke Porwil, Kejurnas, Babak Kualifikasi PON, hingga PON XXII 2028 di NTB–NTT,” tegasnya.
Dari sisi regulasi, nomor pertandingan yang akan diperlombakan disesuaikan dengan nomor yang dipertandingkan pada PON XXI dan PON XXII. Setiap nomor wajib diikuti minimal enam peserta agar medali emas, perak, dan perunggu dapat diperebutkan secara sah sesuai ketentuan.
Seluruh peserta berasal dari kontingen kabupaten/kota se-Sumatera Barat yang didaftarkan melalui KONI daerah masing-masing. Atlet wajib berstatus Warga Negara Indonesia dan berdomisili di Sumbar. Bukti administrasi berupa KTP elektronik Sumbar paling lambat Juni 2025 atau Kartu Keluarga/KIA bagi atlet usia di bawah 17 tahun menjadi syarat mutlak.
Dengan rentang waktu persiapan sekitar delapan bulan menuju Oktober 2026, KONI Sumbar kini memasuki fase konsolidasi teknis dan penguatan koordinasi lintas daerah. Targetnya jelas: seluruh aspek pertandingan, mulai dari regulasi, venue, perangkat pertandingan hingga sistem digital, tuntas jauh sebelum hari pembukaan.
Porprov XVI tidak hanya menjadi panggung adu prestasi, tetapi juga cerminan kesiapan Sumatera Barat dalam membangun ekosistem olahraga yang profesional, terstruktur, dan berorientasi pada prestasi jangka panjang.(Jga)
Komentar