Asa Baru Senam Sumatera Barat: Fasilitas Kelas Dunia Resmi Diverifikasi Kemenpora -->

AdSense New

Asa Baru Senam Sumatera Barat: Fasilitas Kelas Dunia Resmi Diverifikasi Kemenpora

Kamis, 12 Februari 2026
Rombongan Kemenpora RI, ketika menginventarisasi Barang Milik Negara (BMN) berupa peralatan eks Gymnastic World Championship Artistics 2025 yang akan diproses hibah kepada FGI Sumbar, di Padang, Kamis (12/2/2026). (foto/istimewa)


Padang, fajarsumbar.com - Langkah besar diambil dalam upaya peningkatan mutu olahraga gimnastik di Sumatera Barat melalui kunjungan resmi tim Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI pada Kamis, 12 Februari 2026. Kehadiran tim pusat ini bukan sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan sebuah proses krusial dalam inventarisasi Barang Milik Negara (BMN) berupa peralatan eks Gymnastic World Championship Artistics 2025. Fasilitas yang pernah menjadi saksi bisu perjuangan atlet-atlet terbaik dunia di Jakarta tahun lalu itu kini tengah dipersiapkan untuk dihibahkan secara resmi kepada Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) Sumatera Barat guna memperkuat fondasi prestasi di daerah.


​Rombongan Kemenpora yang dipimpin oleh Sekretaris Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Agustin Rien Ariyanti, hadir didampingi oleh tenaga ahli keuangan dan anggaran, Hesty Lesniar serta Hermina Purbasari. Kehadiran para birokrat olahraga ini disambut hangat oleh Ketua Umum FGI Sumbar, Sepris Yonaldi, yang didampingi oleh perwakilan Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sumbar, Tomy Rhomin Dharu, serta para pelatih senior, Sutrisno dan Khairan Bashar. Kehadiran seluruh elemen ini menunjukkan betapa pentingnya aset yang sedang diverifikasi tersebut bagi masa depan atlet-atlet muda ranah Minang.


​Fokus utama dalam verifikasi fisik ini adalah satu set alat palang sejajar (parallel bars) yang memiliki standar kompetisi internasional. Peralatan ini bukan sembarang alat latihan; statusnya sebagai eks perangkat kejuaraan dunia menjadikannya aset yang sangat berharga secara teknis maupun administratif. Mekanisme hibah melalui inventarisasi BMN ini dilakukan untuk memastikan bahwa perpindahan kepemilikan aset negara tersebut tetap berada dalam koridor hukum dan tata kelola yang transparan.


​Sekretaris Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora RI, Agustin Rien Ariyanti, menekankan bahwa ketelitian dalam proses ini adalah bentuk pertanggungjawaban pemerintah terhadap aset publik. Ia menjelaskan bahwa verifikasi fisik diperlukan agar setiap detail perangkat sesuai dengan data administratif sebelum nantinya dikelola sepenuhnya oleh daerah.


​“Proses ini penting untuk menjamin bahwa hibah BMN benar-benar sesuai prosedur dan tepat sasaran. Kami ingin memastikan peralatan yang sebelumnya digunakan pada kejuaraan dunia ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pembinaan atlet di daerah,” ujar Agustin dengan tegas di sela-sela pengecekan alat tersebut.


​Di sisi lain, bagi FGI Sumatera Barat, keberadaan alat berstandar dunia ini adalah sebuah anugerah yang telah lama dinantikan. Kualitas peralatan seringkali menjadi penghambat utama bagi atlet daerah untuk bersaing di level nasional karena adanya perbedaan rasa dan teknis antara alat latihan dengan alat pertandingan resmi. Dengan adanya palang sejajar ini, para atlet Sumbar kini dapat berlatih dengan standar yang sama dengan atlet-atlet elite dunia.


​Ketua Umum FGI Sumbar, Sepris Yonaldi, tidak dapat menyembunyikan rasa optimisnya atas bantuan yang diberikan oleh PB FGI melalui skema hibah pemerintah pusat ini. Ia meyakini bahwa kehadiran fasilitas ini akan menjadi katalisator bagi semangat para atlet yang tengah mempersiapkan diri untuk berbagai ajang kompetisi mendatang.


​“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Dengan fasilitas yang pernah digunakan di ajang dunia, kualitas latihan atlet tentu akan meningkat. Ini menjadi dorongan bagi FGI Sumbar untuk terus mencetak prestasi di tingkat nasional,” ungkap Sepris dengan penuh harap.


​Momentum ini menandai babak baru bagi pembinaan senam di Sumatera Barat. Dengan dukungan sarana yang mumpuni dan pengawasan administratif yang tertib dari Kemenpora, harapan untuk melahirkan "pesenam kelas dunia" dari tanah Sumatera Barat bukan lagi sekadar impian, melainkan target nyata yang mulai memiliki landasan fasilitas yang kokoh. (ril/ton)