Banjir Bandang Rusak Jembatan, Polri Bangun Solusi Sementara -->

AdSense New

Banjir Bandang Rusak Jembatan, Polri Bangun Solusi Sementara

Senin, 09 Februari 2026

 

Ilustrasi


Agam  Polri Dirikan Dua Jembatan Bailey untuk Memulihkan Akses Masyarakat Pasca Banjir Bandang

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) membangun dua jembatan bailey di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, untuk memulihkan akses masyarakat yang terputus akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.

Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, mengatakan jembatan tersebut dibangun di Sawah Laweh, Nagari Salareh Aia, dan Sumbarang Aia, Nagari Salareh Aia Timur. Proyek ini ditargetkan rampung dalam 15 hari ke depan.

“Pembangunan jembatan ini bertujuan memulihkan konektivitas masyarakat yang sebelumnya terputus akibat banjir bandang pada 27 November 2025,” ujar Gatot, Sabtu. Ia menambahkan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian Polri, yang hadir tidak hanya untuk menegakkan hukum tetapi juga mendampingi masyarakat di masa bencana.

Gatot berharap keberadaan jembatan bailey dapat mengembalikan aktivitas warga seperti sediakala sekaligus mendorong pergerakan ekonomi di wilayah tersebut.

Sementara itu, Bupati Agam, Benni Warlis, menekankan bahwa pembangunan jembatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana. “Kerusakan infrastruktur vital, terutama jalan dan jembatan, sempat memutus akses antarwilayah. Jembatan bailey bukan hanya solusi fisik, tapi juga simbol kebangkitan harapan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Benni, jembatan ini diharapkan memudahkan anak-anak bersekolah, memfasilitasi petani dan pedagang dalam mengangkut hasil usaha, serta menjaga kelancaran layanan kesehatan. Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kapolda dan seluruh pihak yang terlibat.

Meski bersifat sementara, jembatan bailey dianggap sebagai solusi cepat yang efektif dalam masa pemulihan. Benni mengajak masyarakat ikut bergotong royong selama proses pembangunan dan menjaga fasilitas tersebut setelah selesai. “Jembatan ini adalah milik kita bersama, simbol perjuangan dan kebersamaan melewati masa sulit,” katanya.

Bencana yang melanda Palembayan sebelumnya berdampak besar pada kehidupan sosial dan ekonomi, termasuk distribusi logistik, pendidikan, layanan kesehatan, dan aktivitas perekonomian. Namun, menurut Benni, situasi ini juga menunjukkan semangat gotong royong dan kepedulian bersama dari berbagai pihak dalam penanganan darurat dan pemulihan pascabencana.(des*)