Padang Pariaman - Euforia tak terbendung menyelimuti Stadion Utama Sumatera Barat di Sikabu, Lubuak Aluang, Jumat (6/2/2026). Ketika peluit panjang berbunyi, ratusan suporter PSLA Sicincin meluapkan kebanggaan yang terasa begitu menggetarkan.
Di tengah riuh itu, sosok Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis berdiri dengan mata berbinar, menyaksikan langsung kemenangan 2–0 PSLA atas Gaung Putra FC Padang, seolah menjadi saksi lahirnya harapan baru bagi sepak bola daerah.
Sejak menit awal, PSLA tampil penuh determinasi, seperti membawa beban mimpi masyarakat Padang Pariaman di pundak mereka. Gol yang dicetak Izan dan Hanief di babak pertama. Bukan sekadar angka di papan skor, tetapi menjadi letupan semangat yang membakar tribun stadion.
Para suporter melompat, berpelukan, bahkan menitikkan air mata bangga menyaksikan tim kebanggaan mereka menunjukkan taring.
Atmosfer pertandingan semakin terasa emosional ketika suara dukungan Bupati John Kenedy Azis terdengar lantang dari tribun. Teriakan “Ayo!” dan “Semangat!” yang keluar spontan dari dirinya menjalar menjadi energi tambahan bagi pemain di lapangan.
Kehadirannya bukan hanya sebagai pejabat, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang merasakan degup harapan yang sama.
Memasuki babak kedua, laga berubah menjadi pertarungan mental dan daya juang. Gaung Putra FC mencoba bangkit melalui serangan demi serangan yang menegangkan.
Namun, barisan pertahanan PSLA berdiri kokoh, menahan tekanan dengan disiplin dan keberanian. Hingga detik terakhir, skor tetap bertahan 2–0, menutup pertandingan dengan kemenangan yang terasa begitu bermakna.
Usai laga, suasana haru menyelimuti pertemuan antara Bupati dan para pemain. Dengan nada penuh kebanggaan, John Kenedy Azis mengaku mengikuti pertandingan sejak awal hingga akhir.
Ia bahkan berseloroh bahwa sorakan paling keras mungkin berasal darinya, disambut gelak tawa dan tepuk tangan para pemain yang masih larut dalam kebahagiaan kemenangan.
Sebagai wujud apresiasi, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama PDAM Tirta Anai menyerahkan bonus Rp18 juta kepada PSLA Sicincin.
Bagi para pemain, bonus itu bukan hanya angka, melainkan bukti bahwa perjuangan mereka dihargai. Bupati pun mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi, karena perjalanan menuju puncak kompetisi masih panjang dan penuh tantangan.
Lebih dari sekadar kemenangan, John Kenedy Azis menyampaikan mimpi besar yang menyentuh hati para pemain dan suporter. Ia ingin Padang Pariaman memiliki klub sepak bola resmi yang mampu menjadi kebanggaan daerah.
PSLA Sicincin dinilai memiliki potensi untuk mewujudkan mimpi tersebut. Kemenangan hari itu bukan hanya tentang tiga poin, tetapi tentang tumbuhnya keyakinan bahwa sepak bola bisa menjadi pemersatu harapan, kebanggaan, dan masa depan masyarakat Padang Pariaman.(saco).
Komentar