CJH Padang Pariaman Harus Siap Total, Bukan Sekedar Berangkat Tergabung Kloter 5 Embarkasi Padang -->

AdSense New

CJH Padang Pariaman Harus Siap Total, Bukan Sekedar Berangkat Tergabung Kloter 5 Embarkasi Padang

Sabtu, 07 Februari 2026

Kepala Kankemenhaj H.Adri Ahmad, M.Ag beraudiensi sama Sekda Rudi Repenaldi Rilis, di ruang kerja Sekda Padang Pariaman, terkait program Kankemenhaj dan prosesi untuk pemberangkatan CJH 1447 H/2026 M (foto.dok.saco) 

Padang Pariaman - Musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi menghadirkan babak baru bagi Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Padang Pariaman. Mereka dipastikan tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 5 Embarkasi Haji Padang, berbaur bersama jamaah asal Provinsi Bengkulu. 


Penempatan ini menandai langkah serius pemerintah dalam memastikan kelancaran distribusi jamaah sekaligus menguji kesiapan para calon tamu Allah sebelum menapaki perjalanan suci.


Embarkasi Haji Padang sendiri akan memberangkatkan 14 kloter dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM).


Dalam susunan tersebut, CJH Padang Pariaman tercatat sebagai kloter kedua dari Provinsi Sumatera Barat setelah Kloter 1 yang diisi jamaah Kota Padang. Sementara Kloter 3 dan 4 diisi oleh jamaah dari Provinsi Bengkulu, dan Kloter 6 hingga 14 dari CJH Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat. 


Rancangan ini menegaskan pola keberangkatan lintas daerah yang membutuhkan koordinasi matang.


Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Padang Pariaman, H. Adri Ahmad, M.A, menegaskan seluruh CJH wajib mengikuti manasik haji secara menyeluruh tanpa pengecualian.


Ia menilai manasik bukan rutinitas administratif tahunan, melainkan pijakan utama untuk membangun pemahaman utuh tentang rangkaian ibadah haji.


“Manasik adalah benteng awal perlindungan jamaah agar mampu menjalankan ibadah secara benar dan aman,” tegas Adri Ahmad yang dihubungi Wartawan fajarsumbar.com, pada Sabtu (7/2/2026) pagi. 


Sebagai tahap pemantapan, CJH Padang Pariaman dijadwalkan mengikuti Manasik Gabungan Tingkat Kabupaten pada Senin, 16 Februari 2026 di Masjid Berkah Sintuk Toboh Gadang.


Kegiatan ini menjadi titik konsolidasi materi sekaligus penyamaan persepsi sebelum jamaah menjalani simulasi teknis ibadah yang lebih mendalam.


Pembekalan juga diperkuat melalui manasik tingkat kecamatan yang digelar dalam empat titik lokasi selama dua akhir pekan, yakni 7–8 Februari dan 14–15 Februari 2026.


Wilayah pertama dipusatkan di Masjid Raya Sungai Laban Kecamatan Nan Sabarih, mencakup jamaah dari Nan Sabaris, V Koto Kampung Dalam, V Koto Timur, Sungai Limau, Batang Gasan, Sungai Garinggiang dan IV Koto Aua Malintang.


Wilayah kedua berlangsung di Masjid Baiturrahman Lubuak Aluang untuk jamaah Lubuak Aluang, Batang Anai, Ulakan Tapakih dan Sintuak Toboh Gadang.


Sementara itu, Wilayah ketiga dipusatkan di Masjid Raya Kiambang Kecamatan 2X11 Anam Lingkuang yang melayani jamaah 2X11 Enam Lingkuang, Anam Lingkuang dan sebagian 2X11 Kayutanam.


Wilayah keempat berlangsung di Masjid Raya Bisati Kecamatan VII Koto yang mencakup jamaah VII Koto, Padang Sago, Patamuan serta sebagian jamaah 2X11 Kayutanam.


Pembagian tersebut dirancang agar proses pembelajaran berjalan efektif sekaligus mempermudah pengawasan dan pendampingan.


Adri Ahmad menekankan pentingnya kesiapan istitha’ah yang mencakup kesiapan mental, spiritual, hingga kondisi fisik jamaah. Selain manasik, CJH diwajibkan menjalani imunisasi dan pemeriksaan kesehatan berkala guna meminimalisasi risiko selama berada di Arab Saudi. 


Ia juga memastikan koordinasi dengan Pemerintah Daerah terus diperkuat, sebab keberhasilan penyelenggaraan haji merupakan kerja kolektif lintas sektor. Di balik angka keberangkatan tersebut, tersimpan doa besar masyarakat Padang Pariaman yang berharap para jamaah kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.(saco).