Darak Rantak Sungai Garinggiang Padang Pariaman Guncang Panggung Ibu Kota Jakarta -->

AdSense New

Darak Rantak Sungai Garinggiang Padang Pariaman Guncang Panggung Ibu Kota Jakarta

Kamis, 12 Februari 2026
Sanggar Darak Rantak Nagari Malai III Koto, Sungai Garinggiang, Padang Pariaman mengguncang Panggung Budaya, Jakarta, Minggu 8 Februari 2026 (foto.ikp) 

Jakarta - Dentum talempong dan hentakan kaki penari Minangkabau menggema di jantung ibu kota. Sanggar Darak Rantak Nagari Malai III Koto, Kecamatan Sungai Garinggiang, Kabupaten Padang Pariaman, sukses mencuri perhatian publik saat tampil dalam pagelaran seni budaya reguler yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan di kawasan Dukuh Atas, Minggu (8/2/2026).


Penampilan sanggar binaan Hazairin, S.Pd dan Yusalman ini bukan sekadar pertunjukan seni biasa. Di tengah arus modernisasi yang terus menggerus budaya lokal, kehadiran mereka menjadi simbol perlawanan generasi nagari untuk menjaga warisan leluhur tetap hidup di panggung nasional.


Dipimpin Ketua Sanggar Sri Malindra bersama Sekretaris Wira Devi serta didukung official Mitra Susanto dan M. Ilham, SH, para seniman muda tampil penuh percaya diri membawa identitas budaya Padang Pariaman.


Mereka membuktikan bahwa kesenian tradisional tidak pernah kehilangan daya tarik. Bahkan mampu berdiri sejajar dengan pertunjukan seni modern di tengah gemerlap ibu kota.


Berbagai sajian budaya khas Minangkabau sukses memikat penonton. Atraksi Indang yang sarat nilai religius dan kebersamaan, Tari Pasambahan yang penuh makna penghormatan, hingga Tari Piring yang enerjik dan Tari Payuang yang dibawakan dalam konsep Sukaria, tampil memukau sekaligus menggambarkan kekayaan filosofi budaya Minangkabau.


Antusiasme penonton terlihat jelas sepanjang pertunjukan berlangsung. Sorak tepuk tangan menggema setiap kali gerakan penari mencapai klimaks, seolah menjadi bukti bahwa seni tradisional tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat, meski di tengah gempuran budaya populer modern.


Bagi Sanggar Darak Rantak, kesempatan tampil di panggung nasional menjadi momentum penting dalam memperkenalkan identitas budaya daerah ke khalayak luas.


Penampilan ini juga menjadi ajang pembuktian bahwa generasi muda nagari mampu menjadi duta budaya yang membawa nama daerah ke tingkat nasional.


Pagelaran seni budaya reguler yang digagas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri menjadi ruang kolaborasi berbagai komunitas seni dari seluruh Nusantara.


Kegiatan ini tidak hanya memperkuat pelestarian budaya, tetapi juga menjadi jembatan mempererat keberagaman seni Indonesia yang kaya dan penuh warna.


Keikutsertaan Sanggar Darak Rantak Nagari Malai III Koto, Sungai Garinggiang diharapkan membuka peluang lebih luas bagi seniman daerah untuk terus berkarya dan tampil di berbagai panggung nasional.


Lebih dari sekadar pertunjukan, langkah mereka menjadi pengingat bahwa menjaga budaya bukan hanya tanggung jawab generasi terdahulu, tetapi juga perjuangan generasi muda untuk mempertahankan jati diri bangsa.(saco).