Dari Penjaga Kantor ke Pejabat RSUD, Ini Perjalanan Mengharukan Jalinus M.T -->

AdSense New

Dari Penjaga Kantor ke Pejabat RSUD, Ini Perjalanan Mengharukan Jalinus M.T

Kamis, 12 Februari 2026
.


Sijunjung, fajarsumbar.com – Tak banyak yang menyangka jalan hidup seseorang bisa berubah begitu jauh dari titik awalnya. Perjalanan itu nyata tergambar pada sosok Jalinus, M.T., pria sederhana asal Jorong Selasa Indah, Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, yang kini dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Bidang Penunjang di RSUD Ahmad Syafii Maarif Sijunjung sejak 3 Februari 2026.


Jalinus merupakan anak keenam dari enam bersaudara, putra pasangan Mak Wasal Malin Mangkuto dan Lawjah. Ia tumbuh dalam keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, yang membentuknya menjadi pribadi tangguh sejak usia muda. Keterbatasan bukan alasan untuk menyerah, justru menjadi bahan bakar semangatnya.


Tahun 2002 menjadi awal kisah panjang pengabdiannya. Ia diterima sebagai pegawai Honor Daerah di Bappeda Sijunjung. Tugasnya menjaga kantor dan membersihkan ruangan. Pekerjaan yang kerap dipandang sebelah mata itu dijalaninya dengan penuh tanggung jawab dan rasa syukur.


Kesungguhan itu membuahkan kepercayaan. Empat tahun kemudian, ia dipercaya menjadi sopir Kepala Bappeda saat itu, Abasri Jusad. Ketika pimpinan berganti kepada Muchlis Anwar, Jalinus tetap dipertahankan. Loyalitas dan etos kerjanya membuat ia dikenal sebagai sosok yang bisa diandalkan.


Momentum besar datang pada 2008 ketika ia resmi diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Golongan II/a dan ditempatkan di Dinas Pekerjaan Umum Sijunjung. Bagi pria yang akrab disapa Jajak ini, status PNS adalah bukti bahwa kerja keras yang konsisten tidak pernah sia-sia.


Di balik perjalanannya, ada dukungan tak henti dari sang istri, Fitriani. Ayah tiga putri ini memegang teguh motto hidupnya, “Dedikasi tinggi, loyalitas tiada henti.” Dengan tekad kuat, ia melanjutkan pendidikan dan berhasil meraih gelar S1 di Universitas Ekasakti Padang, Jurusan Mekanik Otomotif, lulus tahun 2014.


Setelah itu, ia terus meningkatkan kapasitas diri. Tahun 2015 mengikuti pendidikan nonformal di SMKN 3 Padang, lalu Diklat Pengawasan Gedung di Yogyakarta dua tahun kemudian. Ia juga mengikuti Seminar AC Central di Padang tahun 2017 serta pelatihan material dan peralatan konstruksi di Jakarta tahun 2018.


Semangat belajar tak berhenti. Tahun 2019 ia mengikuti Pelatihan Pengelola Teknis Bangunan Negara di Padang. “Barangkali inilah hikmah dari sesuatu yang dikerjakan dengan sepenuh hati,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca saat mengenang masa-masa perjuangan.


Puncak capaian akademiknya diraih tahun 2020 saat ia menamatkan pendidikan S2 di Universitas Bung Hatta Padang, Jurusan Teknik Sipil. Sebuah pencapaian besar bagi seseorang yang dulu bahkan tak langsung bisa kuliah karena kondisi ekonomi keluarga.


Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN 32 Muaro Ganting Hilir, lulus 1995, kemudian SMPN 2 Sijunjung dan SMKN 1 Sijunjung hingga tahun 2000. Setelah tamat sekolah, ia memilih bekerja menjadi tenaga honor demi membantu keluarga, sebuah keputusan berat yang justru membuka jalan masa depannya.


Dalam perjalanan karier, Januari 2020 ia di-rolling ke Sekretariat Daerah Bagian ULP sebagai pegawai fungsional umum. Enam bulan kemudian dipercaya sebagai Kasubag Perencanaan dan Pelaporan di RSUD Sijunjung. Pada September 2022, ia kembali mendapat amanah sebagai Kasi Penunjang Non Medis.


Berkat bimbingan Direktur RSUD dr. Reyantis Capanay serta dukungan para pimpinan daerah, termasuk mantan Bupati Yuswir Arifin dan Bupati Benny Dwifa Yuswir, Jalinus akhirnya dipercaya menduduki jabatan Eselon III sebagai Kabid Penunjang. 


“Melihat perjalanan hidup dan kondisi orang tua, tak pernah terbayangkan saya bisa sampai di titik ini,” ucapnya haru, menutup kisah yang menjadi teladan tentang dedikasi, loyalitas, dan ketekunan.(Sh)