![]() |
| Rombongan Dewan Pertahan Nasional Republik Indonesia didampingi Wabup Rahmat Hidayat dan beberapa Kepala OPD di lokasi SD Negeri, Batang Anai, Selasa 10 Februari 2026 (foto.ikp) |
Batang Anai - Derita panjang pascabencana yang melanda Padang Pariaman akhir 2025 akhirnya menarik perhatian Dewan Pertahanan Nasional (DPN) Republik Indonesia. Selasa (10/2/2026), rombongan DPN RI turun langsung meninjau sejumlah titik terdampak bencana, menandai keseriusan pemerintah pusat dalam mengawal percepatan pemulihan daerah yang sempat luluh lantak diterjang banjir dan longsor.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi pesan tegas bahwa persoalan pascabencana bukan hanya urusan daerah, melainkan bagian dari kepentingan strategis nasional.
Rombongan yang dipimpin Deputi Bidang Geoekonomi DPN RI Yayat Ruhiat bersama Sekretaris DPN Brigjen TNI Roedi dan Tenaga Ahli Muda Deputi Geoekonomi Moundri, tiba di Bandara Internasional Minangkabau dan disambut Wakil Bupati Rahmat Hidayat bersama jajaran OPD.
Tanpa banyak seremoni, rombongan langsung bergerak menuju lokasi terdampak, memperlihatkan urgensi penanganan pemulihan yang tidak bisa lagi ditunda.
Kunjungan difokuskan pada sektor pendidikan, dimulai dari SD Negeri 17 Batang Anai dan dilanjutkan ke SD Negeri 05 Batang Anai. Dua sekolah tersebut menjadi saksi bagaimana bencana tidak hanya merobohkan bangunan fisik, tetapi juga mengancam keberlangsungan pendidikan generasi muda.
Kerusakan fasilitas belajar sempat membuat proses pendidikan berjalan dalam keterbatasan, bahkan memicu kekhawatiran hilangnya semangat belajar anak-anak korban bencana.
Deputi Geoekonomi DPN RI Yayat Ruhiat menegaskan kehadiran pihaknya bertujuan memastikan aktivitas belajar mengajar kembali berjalan normal.
Ia menyampaikan bahwa pemulihan pendidikan menjadi prioritas karena menyangkut masa depan generasi bangsa.
Selain itu, DPN juga membawa pesan empati serta komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan infrastruktur dan ekonomi masyarakat Sumatera Barat, khususnya Padang Pariaman.
Sebagai bentuk dukungan konkret, DPN RI menyalurkan bantuan sarana pendidikan kepada sekolah terdampak. Di SD Negeri 17 Batang Anai, bantuan berupa 40 paket bangku dan meja belajar, tiga unit pintu kelas, cat ruang belajar, serta bingkisan untuk guru dan siswa diserahkan langsung.
Sementara di SD Negeri 05 Batang Anai, bantuan yang disalurkan mencapai 60 set bangku dan meja belajar beserta paket bingkisan pendidikan bagi siswa dan tenaga pendidik.
Wakil Bupati Rahmat Hidayat menyampaikan apresiasi atas kepedulian pemerintah pusat.
Ia menegaskan pemerintah daerah telah menyusun Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P), termasuk rencana relokasi SD Negeri 05 Batang Anai ke lokasi yang lebih aman.
Langkah tersebut dinilai penting untuk melindungi siswa dari potensi ancaman bencana berulang serta memberikan rasa aman dalam proses belajar mengajar.
Usai meninjau sekolah, rombongan DPN melanjutkan kunjungan ke lokasi Hunian Sementara (Huntara) Batang Anai di Talao Mundam, Nagari Katapiang. Peninjauan tersebut memperlihatkan secara langsung kondisi masyarakat yang masih berjuang menata kehidupan baru.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap sinergi pusat dan daerah terus diperkuat, karena pemulihan pascabencana bukan sekadar membangun kembali infrastruktur, tetapi juga memulihkan harapan dan masa depan masyarakat yang sempat runtuh bersama bencana.(saco).
Komentar