Lubuk Basung – Pemerintah Kabupaten Agam mulai menyiapkan sejumlah jalur alternatif guna mengantisipasi peningkatan arus kendaraan pada masa mudik Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kepala Dinas Perhubungan Agam, Rio Eka Putra, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyusun berbagai skenario rekayasa lalu lintas sekaligus memetakan rute cadangan untuk mengurangi potensi kemacetan.
Langkah ini dilakukan menyusul prediksi lonjakan kendaraan yang diperkirakan terjadi secara signifikan saat puncak arus mudik.
“Beberapa jalur alternatif sudah kami identifikasi sebagai upaya mengurai kepadatan kendaraan,” ujar Rio di Lubuk Basung, Minggu (22/2/2026).
Ia menegaskan, penerapan rekayasa lalu lintas memerlukan koordinasi yang erat dengan pihak kepolisian agar pengaturan arus berjalan efektif dan terkontrol.
Di sisi lain, kondisi infrastruktur pascabencana turut menjadi perhatian serius. Sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan akibat longsor dan amblas yang dipicu tingginya intensitas hujan. Jika tidak segera diperbaiki, kerusakan tersebut berpotensi menimbulkan titik kemacetan baru.
Rio menyebut percepatan perbaikan jalan menjadi hal yang sangat penting, mengingat Agam merupakan salah satu jalur strategis yang dilalui pemudik.
Adapun sejumlah lokasi yang rawan terjadi kemacetan di antaranya kawasan Padang Lua, Ampek Angkek, serta ruas jalan menuju Kota Bukittinggi, terutama ketika aktivitas pasar tradisional sedang berlangsung.
Pemerintah Kabupaten Agam pun berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar perbaikan infrastruktur yang terdampak bisa dirampungkan sebelum arus mudik dimulai.(des*)
Komentar