Kajati Sumbar dan Bupati Padang Pariaman Survei Tarok City, Sinyal Kuat Relokasi Pesantren Korban Banjir -->

AdSense New

Kajati Sumbar dan Bupati Padang Pariaman Survei Tarok City, Sinyal Kuat Relokasi Pesantren Korban Banjir

Sabtu, 21 Februari 2026
Bupati Jhon Kenedy Azis dampingi Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Muhibuddin, Kakanwil ATR/BPN Sumbar, Teddi Guspriadi dan GM PLN Sumbar tinjau lahan kawasan Tarok untuk membangun Pesantren Harakatul Quran, Sabtu 21 Februari 2026 (foto.ikp) 

Padang Pariaman - Langkah kaki para pejabat itu menyusuri hamparan lahan di kawasan Tarok City, Kenagarian Kapalo Hilalang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Padang Pariaman, Sabtu (21/2/2026). Di lokasi yang masih berupa bentang tanah luas itu, tersimpan harapan baru bagi Pondok Pesantren Yayasan Harakatul Qur’an yang porak-poranda diterjang banjir beberapa bulan lalu.


Bupati Padang Pariaman, Jhon Kenedy Azis, menerima langsung kunjungan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Muhibuddin, Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN Sumbar, Teddi Guspriadi, serta General Manager PLN Sumatera Barat.


Kehadiran mereka bukan sekadar seremonial, tetapi untuk memastikan ketersediaan lahan yang layak bagi pembangunan kembali pesantren yang kini kehilangan ruang belajar.


Pesantren Harakatul Qur’an sebelumnya berdiri di kawasan Koto Tangah, Kota Padang. Namun bencana banjir memaksa aktivitas pendidikan terhenti. Bangunan rusak berat, dan para santri harus menata ulang harapan mereka.


Dari reruntuhan itulah muncul tekad untuk bangkit. Mencari lokasi baru yang lebih aman dan representatif.


Di tengah peninjauan, Jhon Kenedy Azis menyampaikan apresiasi atas keteguhan pimpinan yayasan. “Kami menyampaikan penghargaan atas semangat dan komitmen untuk terus membangun sarana pendidikan bagi para santri, meski dilanda musibah,” ujarnya. 


Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, katanya, membuka peluang dan akan mempertimbangkan penyediaan lahan yang memungkinkan untuk pembangunan pesantren tersebut.


Tarok City sendiri dipandang sebagai kawasan strategis yang dirancang menjadi pusat pengembangan pendidikan di Padang Pariaman. 


Dengan bentang lahan yang luas dan konsep pengembangan terintegrasi, kawasan ini dinilai ideal untuk menghadirkan fasilitas pendidikan berbasis keagamaan sekaligus modern.


Kunjungan lintas instansi itu menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan pesantren bukan hanya urusan yayasan semata.


Sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, instansi pertanahan, hingga BUMN kelistrikan dibutuhkan agar proses legalitas, perencanaan, dan infrastruktur berjalan tanpa hambatan.


Di atas tanah Tarok City yang masih sunyi, harapan itu kini mulai disemai. Jika rencana ini terwujud, bukan hanya pesantren yang bangkit dari musibah.


Sekaligus uga kawasan tersebut akan semakin kokoh sebagai episentrum pendidikan di Sumatera Barat. Tempat lahirnya generasi Qur’ani yang tangguh menghadapi zaman.(saco).