Ketua DPRD Sumbar Serap Aspirasi Komunitas Ojol -->

AdSense New

Ketua DPRD Sumbar Serap Aspirasi Komunitas Ojol

Sabtu, 07 Februari 2026
.


Padang, fajarsumbar.com – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menggelar reses bersama komunitas ojek online yang tergabung dalam Tim Rajawali Sutomo (TRS) dan URC DOOS, Sabtu (7/2/2026), di Aula Rumah Dinas Ketua DPRD Sumbar. Pertemuan tersebut menjadi forum dialog terbuka untuk menampung aspirasi sekaligus membahas pemberdayaan jangka panjang para pengemudi.


Dalam arahannya, Muhidi menekankan pentingnya keseimbangan antara kesuksesan dunia dan akhirat. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses, pembinaan, dan kehadiran mentor yang tepat. “Sukses dunia itu penting, tapi sukses akhirat itu wajib. Kalau ingin sukses, harus ada pembimbing,” ujarnya di hadapan peserta.


Ia juga memaparkan tiga fungsi utama DPRD, yakni pembentukan peraturan daerah (perda), pembahasan dan persetujuan anggaran APBD, serta pengawasan jalannya pemerintahan. Menurutnya, proses legislasi membutuhkan tahapan panjang dan pembahasan yang matang, bahkan bisa memakan waktu minimal enam bulan.


Muhidi turut menjelaskan mekanisme penyusunan anggaran daerah. Meski kepala daerah memiliki otoritas pengelolaan anggaran, realisasinya tetap memerlukan persetujuan DPRD. Prosesnya dimulai dari RPJMD lima tahunan, dilanjutkan dengan RKPD tahunan yang disusun melalui musyawarah berjenjang dari tingkat RT hingga pusat. “Di situlah awal masuknya proposal ke APBD,” jelasnya.


Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan telah menyiapkan anggaran Rp1,5 miliar untuk program pelatihan UMKM yang direncanakan berlangsung pada April atau Mei 2026. Program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga perubahan pola pikir agar peserta memiliki daya saing dan kemandirian ekonomi.


Sejumlah aspirasi disampaikan komunitas ojol, terutama terkait perlunya regulasi yang lebih adil agar pengemudi tidak dirugikan kebijakan tertentu. Muhidi meminta agar poin-poin aturan yang dianggap bermasalah dirangkum secara lengkap untuk ditindaklanjuti, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. “Kita ingin aturan yang adil. Ojol bekerja siang malam, penghasilannya harus sepadan,” tegasnya.


Aspirasi lain menyangkut pemberdayaan jangka panjang. Para pengemudi berharap memperoleh bekal keterampilan tambahan untuk masa depan. Muhidi membuka ruang komunikasi agar pelatihan yang disiapkan benar-benar sesuai kebutuhan peserta. Ia pun menutup pertemuan dengan pesan agar komunitas tetap kompak, menjaga kesehatan, dan mengutamakan keselamatan dalam bekerja demi keberlanjutan rezeki dan kepercayaan masyarakat.(*)