![]() |
| Ketua Pembina Posyandu Padang Pariaman, Ny.Nita Christanti Azis bersama kader Posyandu Seroja 4 Nagari Bisati Sungai Sariak, Selasa 10 Februari 2026 (foto.doc.ikp) |
Sungai Sariak - Ketika persoalan stunting dan kesehatan ibu-anak masih menjadi ancaman nyata, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Padang Pariaman, Ny.Nita Christanti Azis, memilih turun langsung ke lapangan. Selasa (10/2/2026), ia melakukan pembinaan dan monitoring ke Posyandu Seroja 4, Nagari Bisati, Kecamatan VII Koto.
Kunjungan ini menjadi sinyal keras bahwa pelayanan kesehatan dasar tidak boleh lagi berjalan rutinitas tanpa arah dan inovasi.
Didampingi Wakil Ketua serta Tim Pembina Posyandu Kabupaten, kehadiran Nita bukan sekadar kunjungan seremonial.
Ia ingin memastikan Posyandu benar-benar menjalankan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) secara nyata. Posyandu, menurutnya, harus menjadi benteng pertama yang menjaga kualitas generasi masa depan, bukan sekadar lokasi kegiatan timbang balita yang berlangsung monoton dari tahun ke tahun.
Di hadapan kader dan masyarakat, Nita memberikan apresiasi terhadap konsistensi kader Posyandu Seroja 4 yang terus melayani warga dengan keterbatasan fasilitas.
Namun ia juga menegaskan bahwa tantangan ke depan jauh lebih berat. Ia menuntut adanya sinergi kuat antara kader, pemerintah nagari, puskesmas, serta lintas sektor agar Posyandu mampu menjawab persoalan kesehatan masyarakat secara komprehensif.
Ia bahkan mendorong Posyandu Seroja 4 menjadi proyek percontohan penerapan enam bidang SPM Posyandu di Kabupaten Padang Pariaman.
Menurutnya, jika satu Posyandu mampu menghadirkan layanan berkualitas, maka pola tersebut dapat direplikasi untuk mempercepat pemerataan pelayanan kesehatan hingga ke tingkat nagari terpencil.
Peninjauan langsung yang dilakukan menunjukkan dinamika pelayanan kesehatan yang cukup aktif. Mulai dari pemeriksaan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita, hingga layanan kesehatan lansia berjalan dengan keterlibatan kader yang cukup solid.
Dalam kesempatan itu, Nita juga menekankan pentingnya penguatan administrasi dan pencatatan data sebagai dasar pengambilan kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran.
Kegiatan tersebut semakin bermakna dengan penyaluran bantuan paket sembako bagi balita, ibu hamil, dan lansia. Bantuan ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kelompok rentan membutuhkan perhatian serius agar tidak terpinggirkan dalam pembangunan kesehatan masyarakat.
Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menegaskan komitmennya menjadikan Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.
Posyandu Seroja 4 diharapkan tidak hanya menjadi pusat layanan kesehatan dasar, tetapi juga simbol perubahan paradigma pelayanan kesehatan yang lebih responsif, inovatif, dan berorientasi pada masa depan generasi daerah.(saco).
Komentar