Ketua TP PKK Padang Pariaman Salurkan Paket Tas Sekolah Bantuan Seruni dan Beras -->

AdSense New

Ketua TP PKK Padang Pariaman Salurkan Paket Tas Sekolah Bantuan Seruni dan Beras

Senin, 23 Februari 2026
Ketua TP PKK Padang Pariaman Ny. Nita Azis dan rombongan bersama siswa penerima bantuan (foto.ikp) 

Ulakan - Langkah kaki anak-anak itu masih menyisakan jejak lumpur, meski air telah lama surut. Di halaman SDN 13 Kampung Galapuang, Kecamatan Ulakan Tapakih, Senin (23/2/2026), tumpukan tas sekolah baru dan karung beras menjadi simbol bahwa mereka tidak sendirian menghadapi pahitnya banjir 16 Februari lalu.


Di tengah suasana haru yang hangat, Nita Azis hadir menyapa satu per satu siswa terdampak. Ketua TP PKK Kabupaten Padang Pariaman itu menyerahkan langsung 64 paket tas sekolah beserta bantuan beras, memastikan setiap anak merasakan sentuhan empati, bukan sekadar formalitas bantuan.


Banjir mungkin telah merendam rumah dan buku-buku mereka, tetapi tidak boleh merendam cita-cita. Itulah pesan yang tersirat dari kunjungan tersebut.


Nita menegaskan bahwa bantuan ini adalah wujud kepedulian para ibu yang tergabung dalam Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni), yang ingin memastikan anak-anak tetap tegak melangkah menuju sekolah, meski sempat diguncang musibah.


“Bantuan ini berasal dari ibu-ibu Seruni. Mudah-mudahan bermanfaat dan menambah semangat untuk terus belajar,” ucapnya, dengan nada yang lebih menyerupai pelukan daripada pidato. Di wajah-wajah polos itu, terpancar kembali cahaya optimisme yang sempat redup diterjang air bah.


Didampingi Staf Ahli TP PKK Resty Yulandari Rahmat serta jajaran OPD. Mulai dari DPMD, Dinas Sosial P3A hingga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Kehadiran rombongan bukan sekadar seremoni. Mereka datang membawa pesan bahwa negara dan masyarakat tidak boleh lambat saat anak-anak menjadi korban keadaan.


Suasana berubah riuh ketika Nita melempar kuis ringan kepada para siswa. Tangan-tangan kecil teracung tinggi, berebut menjawab. Hadiah spontan yang dibagikan sontak memancing tawa, mencairkan sisa trauma.


Di momen itu, bantuan terasa bukan hanya materi, tetapi juga terapi emosional bagi anak-anak yang sempat ketakutan oleh derasnya arus.


Perjalanan tak berhenti di sana. Rombongan melanjutkan penyaluran bantuan ke wilayah Kecamatan Batang Anai. 50 paket di SDN 30, 191 paket di SDN 20, dan 67 paket di SDN 15. .


Angka-angka itu mungkin sekadar data di atas kertas, tetapi di baliknya ada ratusan mimpi yang sedang dijaga agar tidak hanyut oleh bencana.

Air memang pernah datang membawa duka. Namun dari Ulakan Tapakis hingga Batang Anai, solidaritas justru mengalir lebih deras.


Bantuan tas dan beras itu bukan hanya penopang kebutuhan sekolah, melainkan pengingat bahwa di tengah musibah, selalu ada tangan-tangan yang setia menyalakan harapan.(saco).