![]() |
| Ketua TP PKK Padang Pariaman Ny.Nita Azis bersama rombongan serahkan bantuan Magic Com dari Seruni di Huntara, Asam Pulau Nagari Anduriang, 2 x Kayu Tanam, Jum'at 20 Februari 2026 (foto.ikp) |
Padang Pariaman - Deretan wajah lelah itu perlahan berubah menjadi senyum ketika satu per satu kardus bantuan diserahkan. Di Hunian Sementara (Huntara) Asam Pulau, Jumat (20/2/2026), suasana yang biasanya sunyi oleh sisa-sisa trauma banjir mendadak hangat.
Ketua TP PKK Kabupaten Padang Pariaman, Ny. Nita Azis, hadir bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga memastikan warga merasa tidak sendiri dalam menghadapi masa sulit.
Sebanyak 34 unit magic com bantuan dari Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) diserahkan kepada keluarga yang masih bertahan di Huntara. Bagi sebagian orang mungkin itu hanya alat memasak.
Namun bagi ibu-ibu di Asam Pulau, itu adalah harapan agar dapur tetap mengepul, agar anak-anak tetap bisa makan dengan layak di tengah keterbatasan.
Kehadiran Ny.Nita Azis didampingi Staf Ahli TP PKK Ny.Resty Yulandari Rahmat, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Nurhayati, Kepala Dinas Sosial P3A Siska Primadona, serta jajaran pengurus TP PKK.
Penyerahan berlangsung sederhana, tanpa seremoni berlebihan. Namun justru di situlah terasa ketulusan. Tatap mata yang saling menguatkan dan doa-doa yang lirih terucap.
“Semoga bantuan ini meringankan beban ibu-ibu di Huntara Asam Pulau dalam memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari,” ujar Ny.Nita Azis, suaranya tegas namun sarat empati.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Seruni yang telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat Padang Pariaman.
Perjalanan tak berhenti di sana. Rombongan bergerak menuju Surantiah, Koto Buruak Lubuak Aluang. Di sana, sebuah keluarga tengah berjuang menghadapi cobaan berat. Sang anak menderita encephalitis.
TP PKK bersama Kepala Dinas Kesehatan menyerahkan bantuan peralatan memasak sebagai modal membuka usaha kecil.
Harapannya sederhana namun bermakna, agar keluarga memiliki tambahan penghasilan untuk menopang biaya hidup dan pengobatan.
Tak hanya itu, Baznas turut menyerahkan bantuan biaya pengobatan kepada Aisyah, simbol bahwa kepedulian tidak boleh setengah-setengah.
Di tengah tangis dan doa, bantuan itu menjadi energi baru untuk terus berjuang melawan penyakit yang menggerus harapan.
Rangkaian kegiatan berlanjut ke Nagari Sualayat Ulakan dengan penyerahan bantuan kepada 29 warga terdampak banjir, sebelum akhirnya ditutup di Kampuang Galapuang, Ulakan, tempat 179 warga lainnya menerima uluran tangan.
Kehadiran TP PKK di berbagai titik terdampak menjadi bukti bahwa empati tak boleh menunggu.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama TP PKK terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat. Bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga menyalakan kembali semangat yang sempat padam diterpa bencana.(saco).
Komentar