Mapping Atlet Sumbar Menuju PON 2027: Kejuaraan The Arena of Maestro Jadi Momentum Kebangkitan Taekwondo -->

AdSense New

Mapping Atlet Sumbar Menuju PON 2027: Kejuaraan The Arena of Maestro Jadi Momentum Kebangkitan Taekwondo

Sabtu, 14 Februari 2026
Potret Kemeriahan Pembukaan The Arena of Maestro – Taekwondo Championship 2026 di Universitas Negeri Padang (UNP). Ajang yang diikuti sekitar 1.500 peserta ini menjadi momentum penting bagi Pengprov TI Sumatera Barat dalam melakukan mapping atlet potensial menuju Porprov XVI dan kualifikasi PON 2027. (foto/humas koni sumbar)


Padang, fajarsumbar.com - Geliat olahraga taekwondo di Sumatera Barat memasuki babak baru yang penuh optimisme. Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Sumatera Barat secara resmi menyatakan kesiapan penuh dalam menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang. Langkah strategis ini bukan sekadar rutinitas kompetisi empat tahunan, melainkan sebuah misi besar dalam memetakan potensi atlet terbaik guna mengharumkan nama Ranah Minang di kancah nasional, khususnya menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2027.


​Sekretaris Pengprov TI Sumatera Barat, Yudha, mengungkapkan bahwa salah satu indikator nyata dari kesiapan tersebut tercermin dari suksesnya penyelenggaraan kejuaraan "The Arena of Maestro – Taekwondo Championship 2026". Ajang yang dihelat di Universitas Negeri Padang (UNP) ini berhasil menyedot perhatian publik dengan partisipasi masif mencapai sekitar 1.500 peserta dari berbagai daerah. Angka ini mencerminkan tingginya antusiasme serta luasnya basis pembinaan atlet di tingkat akar rumput.



​“Iven ini menjadi bagian dari mapping atlet-atlet potensial yang akan dibina untuk Pelatda Sumatera Barat. Dari sini kita bisa melihat langsung perkembangan dan kualitas atlet di masing-masing daerah,” ujar Yudha saat memberikan keterangan terkait signifikansi kejuaraan tersebut terhadap proses kaderisasi atlet.





​Yudha menambahkan bahwa dari total 19 kabupaten dan kota yang ada di Sumatera Barat, seluruhnya telah menyatakan komitmen untuk berpartisipasi dalam Porprov. Kesiapan ini tidak hanya terlihat dari sisi teknis atlet, tetapi juga dukungan manajerial dan finansial dari pemerintah daerah masing-masing. Beberapa daerah bahkan telah mengambil langkah progresif dengan mengalokasikan anggaran khusus demi memastikan para atlet mereka mendapatkan persiapan yang maksimal. Pengprov TI Sumbar pun telah melayangkan surat kesiapan resmi kepada KONI Sumbar sebagai bentuk kepastian organisasi.


​Dinamika mengenai penentuan tuan rumah bagi cabang olahraga taekwondo turut menjadi perhatian. Mengingat taekwondo merupakan salah satu cabang unggulan dengan jumlah massa yang besar, beberapa daerah berlomba-lomba mengajukan diri sebagai penyelenggara. Nama Kabupaten Pasaman mencuat sebagai kandidat kuat dengan dukungan aspirasi terbanyak, disusul oleh Kota Padang, Sawahlunto, dan Payakumbuh. Terlepas dari daerah mana yang nantinya terpilih, Yudha menegaskan bahwa fokus utama tetap pada aspek pembinaan berjenjang dan scouting atlet berprestasi untuk diproyeksikan ke babak kualifikasi PON 2027.



​“Mulai sekarang kita sudah melakukan mapping dan scouting atlet-atlet berprestasi. Mereka nantinya akan dimasukkan ke dalam Pelatda TI Sumbar untuk dipersiapkan menghadapi kualifikasi PON 2027,” jelas Yudha lebih lanjut mengenai visi jangka panjang organisasi.





​Optimisme serupa juga digaungkan oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat, Hamdanus. Ia melihat kesuksesan Kejuaraan The Arena of Maestro sebagai sebuah "pemanasan" yang sempurna sekaligus pembuktian kemampuan manajerial penyelenggaraan olahraga di Sumatera Barat. Keberhasilan mengelola ribuan peserta dalam skala regional Sumatera memberikan keyakinan bahwa ajang Porprov pada Oktober nanti akan berjalan dengan sukses.



​“Bila baralek gadang se-Sumatera bisa kita laksanakan dengan baik, insyaAllah Oktober nanti, baralek gadang atlet Sumatera Barat akan sukses kita angkatkan,” tegas Hamdanus dengan penuh keyakinan.





​Hamdanus memberikan apresiasi mendalam kepada TI Sumbar atas konsistensi mereka dalam mencetak atlet-atlet berkualitas yang kini mulai diperhitungkan di tingkat nasional. Salah satu capaian membanggakan adalah adanya atlet taekwondo asal Sumbar yang berhasil menembus Pelatnas untuk persiapan Asian Games 2026, serta adanya atlet lain yang diproyeksikan masuk dalam program pembinaan Kemenpora. Hal ini membuktikan bahwa sistem pembinaan di Sumatera Barat telah berada pada jalur yang benar dan memiliki daya saing yang patut diperhitungkan.


​Harapan besar kini tertumpang pada pundak para taekwondoin Sumatera Barat. Dengan sinergi antara Pengprov TI dan KONI, serta dukungan dari pemerintah daerah, Porprov tahun ini diharapkan menjadi batu pijakan yang kokoh. Tujuannya jelas: melahirkan generasi emas yang tidak hanya mendominasi di tingkat provinsi, tetapi juga mampu mengibarkan bendera Sumatera Barat di podium tertinggi pada PON 2027 mendatang. (ril/ton)