![]() |
| Gubernur Mahyeldi resmikan Ramadan Halal Fest 2026 di Masjid Al-Hakim, Pantai Padang, Jum'at 20 Februari 2026 (foto.adpsb) |
Padang - Suasana senja di pesisir Pantai Padang terasa berbeda, Jumat (20/2/2026). Di pelataran Masjid Al-Hakim, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, secara resmi membuka Ramadan Halal Fest 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian RAMAH (Ramadan di Masjid Al-Hakim) 1447 H, sebuah konsep yang tak sekadar menghadirkan ibadah, tetapi juga merajut denyut sosial dan penguatan ekonomi syariah dalam satu tarikan napas.
Di bawah langit jingga Pantai Padang, gema takbir dan lantunan doa menyatu dengan hiruk-pikuk 50 booth UMKM bersertifikat halal yang berjejer rapi di area palanta.
Pasar Pabukoan bukan hanya soal berburu takjil. Ia berubah menjadi ruang silaturahmi, tempat ekonomi kecil bertumbuh, dan titik temu antara spiritualitas dan transaksi halal yang kian digital.
“Kita ingin masjid menjadi pusat halal lifestyle,” tegas Mahyeldi dalam sambutannya.Baginya, Ramadan Halal Fest adalah simbol transformasi. Masjid tak lagi dipandang sebatas ruang salat, tetapi menjadi pusat pemberdayaan umat.
Dari tarawih, kajian subuh, buka puasa bersama, hingga i’tikaf. Semuanya dirangkai dalam ekosistem yang hidup selama 25 hari, hingga 17 Maret 2026.
Kolaborasi strategis pun menjadi kunci. Sinergi antara Masjid Al-Hakim, Bank Indonesia, dan Bank Nagari menghadirkan dukungan konkret: paket Lebaran bagi masyarakat membutuhkan, edukasi keuangan syariah, hingga dorongan transaksi non-tunai.
Pemerintah berharap langkah ini bukan hanya menggerakkan UMKM, tetapi juga menjaga stabilitas harga dan inflasi selama Ramadan.
Direktur Eksekutif KDEKS Kota Padang, Dr. Muhammad Sobri, menyebut RAMAH sebagai gerakan kolektif menghidupkan masjid dari berbagai sisi.
Bukan sekadar agenda seremonial, tetapi upaya membangun kesadaran bahwa ekonomi syariah harus tumbuh dari pusat-pusat ibadah. Selama pelaksanaan, masyarakat juga disuguhi lomba nasyid, hadrah, da’i cilik, hingga talkshow bisnis syariah yang memperkaya ruh Ramadan.
Menariknya, tahun ini Ramadan Halal Fest juga mengusung konsep ramah lingkungan dengan menghadirkan sektor otomotif listrik.
Area palanta disulap menjadi ruang ngabuburit yang nyaman, menyuguhkan panorama matahari terbenam Pantai Padang. Sebuah perpaduan spiritualitas dan modernitas yang jarang ditemui.
Ketua Harian Pengurus Masjid Al-Hakim, Muamar, optimistis kegiatan ini mampu menarik 500 hingga 1.000 pengunjung setiap hari.
Jika target itu tercapai, Ramadan Halal Fest bukan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi destinasi wisata religi yang memperkuat identitas Sumatera Barat sebagai daerah religius, berdaya, dan sejahtera.
“Semoga Allah memberkahi setiap langkah kita,” ujar Mahyeldi, menutup sambutannya dengan harap agar Sumbar benar-benar menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.(adpsb*).
Komentar