![]() |
| Wabup Rahmat Hidayat didampingi unsur Forkopimda, Kalaksa BPBD Emri Nurman dan kepala OPD bersama penerima bantuan rusak bencana, Jum'at 13 Februari 2026 |
Parik Malintang - Derita panjang korban bencana hidrometeorologi akibat Siklon Senyar perlahan mulai menemukan titik terang. Pemerintah pusat akhirnya menggelontorkan bantuan besar-besaran bagi warga terdampak di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Sebanyak 121.694 unit rumah rusak ringan dan sedang mendapat suntikan dana pemulihan, menjadi harapan baru bagi ribuan keluarga yang selama berbulan-bulan hidup dalam bayang-bayang kerusakan dan ketidakpastian.
Dari pusat kendali virtual nasional, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengucurkan dana pemulihan pascabencana mencapai Rp4,7 triliun hingga Februari 2026.
Bantuan tersebut disalurkan secara luring dan daring, sementara Kabupaten Padang Pariaman mengikuti proses penyerahan melalui pertemuan virtual di Hall IKK Parit Malintang, Jum'at (13/2/2026)
Momentum ini menjadi simbol bahwa negara hadir, bukan hanya dalam retorika, tetapi dalam aksi nyata memperbaiki kehidupan masyarakatnya.
Dalam arahannya, Pratikno menegaskan pemulihan pascabencana tidak boleh berhenti pada perbaikan hunian semata.
Pemerintah, kata dia, juga menargetkan kebangkitan ekonomi masyarakat, pemulihan fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga infrastruktur vital yang menjadi denyut kehidupan warga.
Baginya, membangun kembali rumah berarti juga membangun kembali harapan dan martabat masyarakat korban bencana.
Secara nasional, alokasi bantuan perbaikan rumah kategori rusak ringan dan sedang mencapai sekitar Rp200 miliar. Provinsi Aceh menerima porsi terbesar sekitar Rp120 miliar, disusul Sumatera Utara sekitar Rp50 miliar, dan Sumatera Barat sekitar Rp30 miliar.
Pemerintah juga menetapkan skema bantuan terstruktur, mulai dari Rp60 juta untuk rumah rusak berat, Rp30 juta untuk rusak sedang, hingga Rp15 juta untuk kerusakan ringan.
Khusus di Padang Pariaman, sebanyak 310 unit rumah warga masuk daftar penerima bantuan perbaikan.
Tak hanya hunian masyarakat, pemerintah pusat juga mengalokasikan dana Rp65 miliar untuk memperbaiki 11 titik infrastruktur vital, mulai dari jembatan, jalan, hingga jaringan irigasi yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas ekonomi dan pertanian masyarakat.
Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmat Hidayat, menilai bantuan tersebut merupakan buah dari kerja kolektif pemerintah daerah bersama berbagai instansi dalam melakukan pendataan dan validasi korban.
Ia menegaskan proses yang panjang dan penuh tantangan itu akhirnya membuahkan hasil nyata yang dapat langsung dirasakan masyarakat.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui transfer perbankan guna menjamin transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana.
Dalam prosesi simbolis yang turut dihadiri unsur Forkopimda serta perwakilan pemerintah pusat, bantuan diserahkan kepada warga dari Kecamatan Batang Anai, Nan Sabaris, dan 2x11 Kayu Tanam.
Di tengah reruntuhan yang pernah menyisakan luka mendalam, bantuan ini menjadi titik awal kebangkitan. Membangun kembali rumah, menata ulang kehidupan, dan menyalakan kembali asa masyarakat yang sempat nyaris padam oleh bencana.(saco).
Komentar