![]() |
| Bupati Jhon Kenedy Azis didampingi Kepala Dispar pora Anton Wira Tanjung, Kadis PUPR El Andes Marsya berdialog dengan tokoh masyarakat VII Koto, di sela-sela gotong royong di Gelanggan Pacu Kudo, Balah Aie Timur, Sabtu 14 Februari 2026 (foto.dok.ikp) |
Balah Aie - Semangat tradisi kembali dipanaskan ketika Bupati John Kenedy Azis memimpin langsung gotong royong persiapan perhelatan budaya dan olahraga tradisional Pacu Kudo 2026 di wilayah Balah Aie, VII Koto, Padang Pariaman, Sabtu (14/2/2026).
Agenda tahunan yang dijadwalkan berlangsung pada 28–29 Maret 2026 itu tidak sekadar menjadi tontonan rakyat, tetapi pertaruhan besar dalam menjaga identitas budaya sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
Event yang akan digelar di gelanggang pacuan kuda Duku Banyak, Balah Aie Timur, Kecamatan VII Koto ini dipastikan menjadi magnet budaya dan pariwisata di Kabupaten Padang Pariaman.
Pemerintah daerah menargetkan pelaksanaan kegiatan berjalan meriah sekaligus memberi dampak nyata bagi masyarakat sekitar, terutama pelaku UMKM dan sektor ekonomi kreatif.
John Kenedy Azis didampingi Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Anton Wira Tanjung menegaskan bahwa Pacu Kudo bukan sekadar perlombaan, melainkan simbol jati diri masyarakat yang diwariskan lintas generasi.
Tradisi tersebut, menurutnya, menyimpan nilai sejarah, kebersamaan, serta kebanggaan budaya yang tidak boleh tergerus perkembangan zaman.
Ia menilai, setiap dentuman langkah kuda di arena pacuan mencerminkan semangat masyarakat dalam menjaga warisan leluhur.
Sebelum puncak pacuan kuda digelar, rangkaian kegiatan budaya akan diawali melalui Alek Nagari yang berlangsung selama empat hari, 24–27 Maret 2026.
Berbagai pertunjukan seni tradisional Minangkabau akan memeriahkan kegiatan tersebut, mulai dari indang, silek, hulu ambek, hingga gandang tasa. Kesenian itu diharapkan menjadi ruang ekspresi budaya sekaligus pengingat kuat akan akar tradisi masyarakat.
Bupati juga mengajak masyarakat luas, termasuk perantau Minangkabau, untuk pulang kampung dan meramaikan kegiatan tersebut.
Ia berharap Pacu Kudo tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi antar masyarakat serta memperkuat rasa memiliki terhadap budaya daerah.
Sejumlah persiapan teknis terus dimatangkan, mulai dari pembentukan panitia, koordinasi dengan sponsor, hingga gotong royong pembersihan arena yang melibatkan perangkat daerah dan aparatur sipil negara.
Sosialisasi kepada masyarakat sekitar lokasi kegiatan juga digencarkan agar pelaksanaan event berlangsung tertib, aman, dan sukses.
Pemerintah daerah optimistis Pacu Kudo 2026 kembali menjadi panggung besar kebudayaan daerah.
"Lebih dari sekadar tradisi, event ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, memperkuat sektor pariwisata," kata Kepala Disparpora Anton Wira Tanjung kepada fajarsumbar.com menimpali.
Olahraga tradisi dan budaya kearifan lokal, bukan hanya warisan masa lalu, tetapi kekuatan masa depan bagi masyarakat Padang Pariaman.(saco).
Komentar