Pelaku Penembakan Kanada, Jesse Van Rootselaar, Bunuh Diri -->

AdSense New

Pelaku Penembakan Kanada, Jesse Van Rootselaar, Bunuh Diri

Kamis, 12 Februari 2026

 

Kepolisian Kanada mengungkap pelaku penembakan di SMP Tumbler Ridge


Jakarta – Kepolisian Kanada mengungkap identitas pelaku penembakan di SMP Tumbler Ridge, Provinsi British Columbia, yang menewaskan delapan orang. Jumlah korban tewas direvisi dari sembilan menjadi delapan.

Dari delapan korban, tujuh ditemukan di sekolah, termasuk pelaku, sementara dua jenazah lainnya ditemukan di rumah dekat lokasi kejadian. Satu korban perempuan yang sebelumnya dilaporkan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit ternyata masih hidup.

Pelaku, seorang perempuan transgender, diduga melakukan bunuh diri setelah melakukan aksi penembakan pada Selasa (10/2/2026) siang. 

Wakil Kepala Kepolisian Kerajaan Kanada (RCMP), Dwayne McDonald, menyatakan pelaku bernama Jesse Van Rootselaar, 18 tahun, warga Tumbler Ridge.

"Tersangka diidentifikasi sebagai Jesse Van Rootselaar, 18 tahun, penduduk Tumbler Ridge," ujar McDonald, dikutip dari Sputnik, Kamis (12/2/2026).

Petugas menemukan dua senjata api di lokasi, yakni satu laras panjang dan satu pistol hasil modifikasi. Polisi masih menyelidiki asal-usul senjata tersebut dan memastikan bahwa Van Rootselaar tidak memiliki izin kepemilikan senjata api.

Terkait status transgender pelaku, McDonald menegaskan bahwa informasi ini memang benar. Menurutnya, Jesse lahir sebagai laki-laki, namun sekitar enam tahun lalu mulai bertransisi menjadi perempuan dan mengidentifikasi diri sebagai perempuan secara sosial dan publik.

"Kami tidak menyembunyikan informasi ini. Jesse memilih bagaimana dirinya diidentifikasi di depan publik dan media sosial," jelas McDonald.

Hingga saat ini, kepolisian belum dapat menjelaskan motif di balik penembakan yang menewaskan banyak korban tersebut.

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, yang membatalkan kunjungannya ke Eropa akibat insiden ini, meminta masyarakat memberikan kepercayaan penuh kepada aparat dalam menjalankan penyelidikan. Carney juga menginstruksikan agar bendera di seluruh gedung pemerintah, termasuk Menara Perdamaian Parlemen, dikibarkan setengah tiang selama tujuh hari sebagai bentuk penghormatan kepada para korban.(des*)