Pemkab Padang Pariaman akan Turunkan 10 TSR Kunjungi Menyapa Jamaah 30 Masjid dan Surau -->

AdSense New

Pemkab Padang Pariaman akan Turunkan 10 TSR Kunjungi Menyapa Jamaah 30 Masjid dan Surau

Rabu, 11 Februari 2026
Kabag Kesra Pemkab Padang Pariaman, Alkhaufa, S.STP (foto.dok.saco) 

Parik Malintang - Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi, menjadi momentum berbeda bagi Pemerintah Kabupaten (Pekkab) Padang Pariaman. Tahun ini, tradisi Safari Ramadhan yang selama ini dikenal masif dengan puluhan tim, justru mengalami perampingan sesuai dengan kondisi daerah. 


Dari biasanya 30 Tim Safari Ramadhan (TSR), kini hanya 10 TSR yang akan diterjunkan untuk menyapa jamaah di berbagai pelosok negeri.


Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Padang Pariaman, Alkhaufa, STP, membenarkan kebijakan tersebut saat dikonfirmasi Wartawan fajarsumbar.com, pada Rabu (11/2/2026).


 Ia menegaskan, meskipun jumlah tim dipangkas, semangat pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat tidak akan surut.


Menurutnya, TSR tetap menjadi wadah komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat yang selama ini dinilai efektif membangun kedekatan emosional.


Dalam pelaksanaannya, masing-masing TSR akan turun sebanyak tiga kali kunjungan, yang dijadwalkan 23 hingga 25 Februari 2026 untuk menyasar total 30 masjid, mushalla, dan surau yang tersebar di 17 kecamatan. 


Kunjungan itu tidak sekadar agenda seremonial, melainkan juga membawa pesan pembangunan daerah, terutama dalam masa pemulihan pascabencana yang masih membayangi sebagian wilayah Padang Pariaman.


Menariknya, setiap TSR akan diisi oleh jajaran pimpinan penting daerah dan unsur Forkopimda. TSR I dipimpin langsung oleh Bupati Padang Pariaman, disusul TSR II Wakil Bupati, TSR III Ketua DPRD, TSR IV Kepala Kejaksaan Negeri Pariaman, TSR V Dandim 0308 Pariaman, TSR VI Kapolres Padang Pariaman, TSR VII Kapolres Pariaman, TSR VIII Ketua Pengadilan Negeri Pariaman, TSR IX Ketua Pengadilan Agama Pariaman, dan TSR X Sekretaris Daerah Padang Pariaman.


Alkhaufa menyebut, setiap kunjungan TSR juga akan menghadirkan penceramah agama serta melibatkan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), juga anggota DPRD.


Bahkan,  kata dia, bahwa rekan-rekan wartawan turut dilibatkan agar pesan pembangunan dan semangat kebersamaan Ramadhan dapat tersampaikan luas kepada masyarakat.


Di balik pengurangan jumlah tim, muncul dinamika baru yang memantik perbincangan publik. Sebagian kalangan menilai kebijakan ini sebagai langkah efisiensi anggaran di tengah berbagai kebutuhan pembangunan daerah. 


Namun, tidak sedikit pula yang berharap intensitas komunikasi pemerintah dengan masyarakat tetap terjaga, dan tidak kehilangan ruh kedekatan yang selama ini menjadi ciri khas Safari Ramadhan.


"Bagi Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Ramadhan bukan sekadar momentum ibadah, tetapi juga ruang strategis mempererat silaturahmi antara pemimpin dan rakyat," sebut Alkhaufa yang sebelumnya pernah Camat Nan Sabarih. 


Harapannya, dari pertemuan sederhana di rumah ibadah, lahir kekuatan kolektif yang mampu mendorong percepatan pembangunan dan memperkokoh solidaritas sosial masyarakat Padang Pariaman.(saco).