Rp70 Miliar Dana Pusat ke Padang Pariaman untuk Pacu Kebangkitan Pascabencana -->

AdSense New

Rp70 Miliar Dana Pusat ke Padang Pariaman untuk Pacu Kebangkitan Pascabencana

Minggu, 15 Februari 2026
Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Andi Eviana (foto.ist)

Padang Pariaman - Komitmen negara untuk memulihkan luka bencana kembali ditegaskan ketika Badan Nasional Penanggulangan Bencana mempercepat penyaluran bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi Siklon Senyar


Program pemulihan ini menyasar tiga provinsi yang mengalami dampak paling berat, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, dengan fokus utama membangun kembali tempat tinggal warga yang rusak.


Secara nasional, sebanyak 121.694 unit rumah kategori rusak ringan dan sedang mendapat alokasi bantuan dengan total dana pemulihan mencapai sekitar Rp4,7 triliun hingga Februari 2026. 


Penyaluran bantuan dilakukan secara luring dan daring dari masing-masing provinsi terdampak. Pemerintah daerah di Kabupaten Padang Pariaman sendiri mengikuti kegiatan secara virtual dari Hall IKK Parit Malintang sebagai bentuk kesiapan daerah dalam mendukung percepatan pemulihan.


Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan pemerintah pusat berkomitmen mengembalikan stabilitas kehidupan masyarakat terdampak bencana.


 Ia menilai percepatan pemulihan tidak hanya menyasar pembangunan hunian, tetapi juga pemulihan ekonomi masyarakat, fasilitas umum, hingga infrastruktur penunjang yang menjadi urat nadi aktivitas warga.


Khusus untuk Padang Pariaman, BNPB mengalokasikan sekitar Rp5 miliar untuk memperbaiki 310 unit rumah warga dengan kategori kerusakan ringan dan sedang.


Selain itu, pemerintah pusat juga mengucurkan dana sekitar Rp65 miliar untuk rehabilitasi 11 titik infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, dan jaringan irigasi yang menjadi akses utama mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.


Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmat Hidayat, menyampaikan bahwa percepatan pendataan dan validasi korban merupakan hasil kerja sama intensif antara pemerintah daerah, BNPB, dan berbagai instansi terkait.


 Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara tepat agar masyarakat dapat kembali menempati hunian yang aman, layak, dan nyaman.


Sementara itu, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Andi Eviana, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan melalui mekanisme perbankan untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas.


Penyaluran dana melibatkan kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia yang menyiapkan buku tabungan bagi masyarakat penerima manfaat guna memastikan bantuan diterima secara tepat sasaran.


Melalui percepatan penyaluran bantuan tersebut, BNPB berharap proses pembangunan kembali rumah warga dapat segera dimulai.


Upaya ini tidak hanya menargetkan pemulihan fisik bangunan, tetapi juga menghidupkan kembali denyut sosial dan ekonomi masyarakat yang sempat terpuruk akibat bencana, sekaligus menegaskan bahwa negara hadir dalam setiap fase pemulihan warganya.(saco).