RSUD Pilubang Sungai Limau Dibangun untuk Layanan Strategis Kesehatan Wilayah Utara Padang Pariaman -->

AdSense New

RSUD Pilubang Sungai Limau Dibangun untuk Layanan Strategis Kesehatan Wilayah Utara Padang Pariaman

Jumat, 27 Februari 2026
Bupati John Kenedy Azis didampingi kepala OPD terkait meninjau lokasi akan dimulai pembangunan RSUD Tipe D di Korong Sungai Sirah, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Jum'at 27 Februari 2026 (foto.ikp) 

Pilubang - Langit utara Padang Pariaman seakan menyimpan harapan baru. Di Korong Sungai Sirah, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, sebidang lahan seluas 1,8 hektare disiapkan untuk satu proyek yang tak sekadar bangunan.  Yakni rumah sakit.


Agaknya, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman memastikan pembangunan RSUD Tipe D segera dimulai. Sebuah jawaban atas keluhan panjang warga yang selama ini harus berpacu dengan waktu demi mendapatkan layanan medis.


Di tengah semangat itu, Bupati John Kenedy Azis menegaskan peletakan batu pertama akan dilakukan usai Idulfitri, atau paling lambat April mendatang.


Ia meminta doa dan dukungan masyarakat agar proyek ini tak sekadar janji politik yang menguap, melainkan benar-benar berdiri kokoh sebagai benteng kesehatan rakyat. “Insya Allah setelah Lebaran, kita mulai,” ujarnya ketika meninjau lapangan, Jum'at (27/2/2026). 


Rumah sakit ini, sebut John Kenedy Azis dirancang berkapasitas awal minimal 50 tempat tidur. Standar untuk tipe D, dan akan menjadi pusat rujukan bagi Puskesmas dari Batu Basa, Sungai Garinggiang, Batang Gasan, Sungai Limau, Kampung Dalam, hingga fasilitas kesehatan sekitar lainnya.


"Artinya, denyut layanan kesehatan tak lagi tersendat di ruang tunggu yang jauh dari rumah warga," tegas Bupati John Kenedy Azis. 


Selama ini, warga dari Sungai Limau, Sungai Garinggiang, IV Koto Aua Malintang hingga Batang Gasan kerap harus menempuh perjalanan panjang ke Parik Malintang atau bahkan ke Kota Pariaman hanya untuk mendapatkan perawatan lanjutan.


Menurut Bupati, bahwa waktu, biaya, dan risiko di jalan menjadi beban tambahan di tengah kondisi sakit yang tak bisa ditunda. RSUD ini diharapkan memutus rantai kesulitan itu.


"Tahap awal pembangunan akan difokuskan pada gedung utama seluas sekitar 4.000 meter persegi. Sisa lahan akan dikembangkan bertahap untuk fasilitas penunjang. Mulai dari area parkir hingga sarana pendukung lainnya," ucap John Kenedy Azis.


Targetnya ambisius. Rampung dalam waktu delapan bulan, selesai pada 2026, dan mulai beroperasi awal 2027.


Langkah ini disebut sebagai strategi memperluas jangkauan layanan kesehatan di wilayah utara kabupaten.


Bagi pemerintah daerah, ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan upaya pemerataan akses agar warga di pelosok tak lagi merasa menjadi prioritas kedua dalam urusan nyawa.


Kini, masyarakat menunggu bukan hanya alat berat dan fondasi pertama, tetapi konsistensi. Jika benar terealisasi tepat waktu, RSUD Tipe D Sungai Limau bisa menjadi simbol strategis. Bahwa pelayanan kesehatan yang cepat, terjangkau, dan bermartabat bukan lagi mimpi. Melainkan hak yang akhirnya ditegakkan di tanah sendiri.(saco).