Sinyal Sulit, Warga Nagari Kuncir Curhat ke Ketua DPRD Sumbar, Muhidi Siap Perjuangkan Pembangunan Tower -->

AdSense New

Sinyal Sulit, Warga Nagari Kuncir Curhat ke Ketua DPRD Sumbar, Muhidi Siap Perjuangkan Pembangunan Tower

Selasa, 24 Februari 2026

 

.

SolokDi tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, masyarakat Nagari Kuncir, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, justru masih berjibaku dengan persoalan klasik: sinyal telekomunikasi yang lemah dan akses internet yang terbatas. Kondisi ini dikeluhkan warga saat Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, melaksanakan Safari Ramadan di nagari tersebut, Minggu (22/2).


Dalam dialog bersama masyarakat usai kegiatan keagamaan, sejumlah warga menyampaikan langsung kendala yang mereka hadapi. Lemahnya jaringan komunikasi dinilai sangat menghambat aktivitas sehari-hari, mulai dari komunikasi dasar, akses layanan publik, hingga kegiatan pendidikan dan usaha.


“Kadang untuk sekadar mengirim pesan saja sulit, apalagi untuk akses internet. Anak-anak juga kesulitan belajar secara daring ketika dibutuhkan,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat setempat.


Menurut warga, kebutuhan akan jaringan yang stabil bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan sudah menjadi kebutuhan dasar. Mereka berharap pemerintah dapat memfasilitasi pembangunan menara telekomunikasi atau penguatan jaringan di wilayah tersebut agar Nagari Kuncir tidak tertinggal dalam arus digitalisasi.


Menanggapi aspirasi itu, Muhidi menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti persoalan tersebut. Ia menegaskan bahwa akses telekomunikasi dan internet merupakan infrastruktur strategis yang berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.


“Jaringan komunikasi sangat penting. Bukan hanya untuk komunikasi sehari-hari, tetapi juga untuk pendidikan, pelayanan publik, dan pengembangan ekonomi masyarakat,” tegasnya.


Ia menyampaikan akan berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Sumatera Barat guna mencari solusi terbaik, termasuk kemungkinan pembangunan tower atau penguatan jaringan di wilayah yang masih blank spot.


Muhidi menilai, dengan akses internet yang memadai, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai peluang ekonomi digital, seperti pemasaran produk UMKM secara daring, akses informasi pertanian, hingga layanan administrasi berbasis elektronik.


Sementara itu, Kepala Biro Pembangunan Provinsi Sumatera Barat, Ria Wijayanty, yang turut hadir, menyebutkan bahwa pemerintah akan segera menyiapkan bahan pendukung untuk proses koordinasi lebih lanjut. Langkah awal akan dilakukan bersama Dinas Kominfo tingkat kabupaten.


“Kita koordinasikan dulu dengan Kominfo kabupaten. Kalau belum bisa diselesaikan di tingkat kabupaten, nanti provinsi akan mengambil alih koordinasi agar ada solusi konkret,” ujarnya.


Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mendorong pemerataan akses digital, terutama di wilayah yang secara geografis memiliki tantangan tersendiri.


Bagi masyarakat Nagari Kuncir, harapan tersebut bukan tanpa alasan. Selama ini, lemahnya sinyal membuat informasi penting sering terlambat diterima. Pelaku usaha kesulitan mempromosikan produk secara online, sementara generasi muda tidak bisa maksimal memanfaatkan teknologi untuk belajar dan meningkatkan keterampilan.


“Kami ingin daerah ini maju seperti daerah lain. Kalau jaringan bagus, usaha bisa berkembang, anak-anak bisa belajar dengan lancar, dan pelayanan administrasi juga lebih mudah,” ujar warga lainnya.


Persoalan jaringan di Nagari Kuncir menjadi gambaran bahwa pemerataan infrastruktur digital masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Aspirasi yang disampaikan warga kini berada di meja koordinasi pemerintah, dengan harapan solusi nyata segera terwujud.


Bagi masyarakat setempat, pembangunan tower atau penguatan jaringan bukan sekadar soal sinyal, melainkan pintu menuju konektivitas, peluang ekonomi, dan masa depan yang lebih terbuka.(*)