![]() |
| Siomay yang terbuat dari ikan tenggiri dengan siomay yang terbuat dari ikan sapu-sapu bisa dibedakan dengan mudah. |
Jakarta – Perbincangan mengenai siomay berbahan ikan sapu-sapu tengah ramai di media sosial. Isu ini mencuat karena beredar kabar bahwa jenis ikan tersebut mulai digunakan sebagai bahan baku siomay, menggantikan ikan tenggiri yang selama ini dikenal sebagai bahan utama.
Perhatian publik semakin besar setelah muncul informasi tentang melonjaknya populasi ikan sapu-sapu di aliran Sungai Ciliwung. Bahkan, beberapa orang terlihat menangkap ikan tersebut untuk diambil dagingnya dan diolah menjadi makanan, termasuk disebut-sebut sebagai bahan siomay.
Kabar tersebut memicu kekhawatiran masyarakat. Pasalnya, sungai yang menjadi habitat ikan sapu-sapu kerap diasosiasikan dengan kondisi perairan yang tercemar dan tidak higienis.
Menanggapi hal ini, Chef Stefu Santoso menekankan pentingnya mengetahui asal-usul ikan sapu-sapu sebelum dikonsumsi. Ia mengingatkan bahwa ikan tersebut sebaiknya tidak dimakan apabila berasal dari lingkungan perairan yang kotor atau tercemar.
Menurut Stefu, ikan sapu-sapu dikenal sebagai pemakan lumut dan sisa kotoran di perairan. Karena habitat alaminya banyak ditemukan di sungai, ikan ini umumnya tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi, terutama jika kualitas lingkungannya tidak terjamin.
Perbedaan Siomay Ikan Sapu-sapu dan Tenggiri
Agar tidak keliru, masyarakat perlu memahami perbedaan antara siomay yang dibuat dari ikan sapu-sapu dan yang berbahan ikan tenggiri. Setidaknya ada beberapa ciri yang dapat diperhatikan.
1. Tampilan warna
Daging ikan sapu-sapu biasanya memiliki warna yang lebih kusam. Akibatnya, siomay yang dihasilkan cenderung tampak lebih gelap atau keabu-abuan.
Sebaliknya, ikan tenggiri memiliki daging tebal berwarna putih cerah, sehingga siomay yang dihasilkan terlihat lebih bersih dan terang.
2. Aroma
Siomay berbahan ikan sapu-sapu umumnya memiliki aroma yang lebih menyengat dan amis saat disantap.
Sementara itu, siomay dari ikan tenggiri biasanya tidak mengeluarkan bau amis, melainkan aroma gurih yang lebih ringan.
3. Tekstur dan cita rasa
Dari segi tekstur, siomay ikan sapu-sapu cenderung lebih keras, kurang lembut, dan agak sulit dikunyah. Rasa gurihnya pun sering kali terasa tidak alami, bahkan dapat meninggalkan aftertaste pahit atau kurang nyaman di lidah.
Sebaliknya, siomay ikan tenggiri dikenal lebih lembut, mudah hancur, dan memiliki rasa gurih yang khas.
Selain memperhatikan ciri-ciri tersebut, konsumen juga disarankan untuk mencermati harga jual. Siomay berbahan ikan tenggiri umumnya dipatok dengan harga mulai dari Rp5.000 per buah atau lebih, sehingga harga yang terlalu murah patut diwaspadai.(BY)
Komentar