![]() |
| Tim Hapkido Padang Pariaman meraih lima mendali dari tujuh kelas yang diikuti pada Kejurda dan Pra Porprov Sumbar di Padang, 7-8 Februari 2026 (foto.hs) |
Padang - Sorak kebanggaan pecah ketika kabar kemenangan atlet Hapkido Padang Pariaman menyebar dari arena Kejuaraan Daerah (Kejurda) dan Pra Porprov Sumatera Barat 2026. Target sederhana yang semula dipatok, justru dilampaui dengan cara mengejutkan.
Dari tujuh kelas yang diikuti, lima medali berhasil digenggam, menegaskan bahwa kerja keras yang ditempa jauh sebelum laga bukan sekadar retorika pelepasan kontingen.
Jauh sebelum peluh dan adrenalin bertarung di gelanggang, harapan telah disemai di halaman Gedung DPRD Padang Pariaman, Kamis 5 Februari 2026 lalu.
Saat melepas kontingen, Ketua KONI Padang Pariaman Asmadi menanamkan pesan tegas tentang arti keberanian, sportivitas, dan mental pemenang. Pesan itu rupanya tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan menjelma menjadi bahan bakar juang para atlet.
GOR Agus Salim, Padang yang menjadi arena Kejurda Sumbar, pada Sabtu - Minggu (7–8/2/2026) menjadi saksi bagaimana semangat itu meledak dalam setiap pertarungan.
Atlet-atlet muda Padang Pariaman tampil tanpa gentar, mengubah tekanan menjadi energi. Di bawah racikan strategi pelatih Doni Hariko dan Khairul Harun, Tim Hapkido menunjukkan kelasnya, mematahkan keraguan yang sempat menyelimuti.
Ketua KONI Padang Pariaman, Asmadi, tak menyembunyikan rasa bangganya melihat hasil tersebut.
Ia menilai capaian lima medali menjadi bukti bahwa pembinaan atlet berjalan di jalur yang tepat. Baginya, prestasi ini bukan sekadar angka di papan klasemen, melainkan sinyal kuat bahwa Hapkido Padang Pariaman siap menantang dominasi cabang lain pada Porprov Sumbar 2026.
Sementara itu, Wakil Ketua Pengurus Cabang Hapkido Padang Pariaman, Heri Sugianto yang dihubungi fajarsumbar.com, Minggu (8/2/2026), usai pertandingan, mengungkapkan keberhasilan ini merupakan buah dari konsistensi latihan serta kekompakan tim.
Menurunkan tujuh atlet terbaik di tujuh kelas, pihaknya sejak awal menanamkan keyakinan bahwa perjuangan tidak boleh setengah hati.
Optimisme itu, kata dia, terbukti menjadi energi kolektif yang mengantar mereka menembus target. Deretan nama atlet yang mengukir prestasi kini menjadi simbol kebangkitan cabang Hapkido di Padang Pariaman.
Medali emas diraih Deni Saputra di kelas over 84 kilogram. Dua medali perak dipersembahkan Boy Busni Syawal Putra di kelas under 84 kilogram serta Latifa Azahra di kelas under 54 kilogram.
Sementara dua medali perunggu dipersembahkan Otna Disnela di kelas under 51 kilogram dan Randi Tri Yanda di kelas under 54 kilogram.
"Capaian ini bukan sekadar kemenangan sesaat, melainkan alarm kebangkitan olahraga beladiri di Padang Pariaman," ucap Heri.
Ia tambahkan bahwa semangat yang menyala dari gelanggang Kejurda ini, diyakini menjadi bara yang akan terus dijaga menuju Porprov Sumbar 2026.
Di balik kilau medali, tersimpan pesan kuat bahwa kerja keras, disiplin, dan keyakinan mampu mengubah mimpi menjadi kenyataan yang membanggakan daerah.(saco).
Komentar