Tasbih Tawaf Getarkan Jiwa, Hadiah Kecil Pesan Besar dari Manasik Haji -->

AdSense New

Tasbih Tawaf Getarkan Jiwa, Hadiah Kecil Pesan Besar dari Manasik Haji

Senin, 16 Februari 2026
Narasumber Manasik Haji, Dr.H.Asfar Tanjung, MM, sedang memberikan materi dan berikan hadiah Tasbih kepada perserta calon jamaah haji Padang Pariaman (foto.at) 

Padang Pariaman - Suasana pelatihan manasik haji di Padang Pariaman mendadak berubah menjadi penuh haru ketika instruktur profesional Dr. H. Asfar Tanjung menyerahkan tasbih tawaf kepada salah seorang jemaah. Benda sederhana itu seketika menjelma simbol penghargaan yang menggetarkan hati.


Di tengah penjelasan teknis ibadah, hadiah kecil tersebut justru menghadirkan pesan mendalam tentang kesungguhan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menapaki perjalanan spiritual menuju Tanah Suci.


Tak banyak yang menyadari, pelatihan manasik bukan sekadar latihan ritual. Dalam setiap arahan yang disampaikan, tersimpan upaya membentuk kesiapan mental dan spiritual calon jemaah. Saat tasbih itu berpindah tangan, tepuk tangan spontan peserta pecah, disusul kilatan mata haru yang sulit disembunyikan.


Momen tersebut seakan menegaskan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, melainkan perjalanan hati yang menuntut ketulusan tanpa batas.


Di sela penyampaian materi, pendekatan pembelajaran yang humanis menjadi ciri khas pelatihan tersebut. Metode penyampaian yang komunikatif membuat para jemaah merasa dekat dan memahami setiap tahapan ibadah dengan lebih mendalam.


Penjelasan mengenai makna tawaf, sai, hingga wukuf disampaikan dengan bahasa yang menyentuh, sehingga peserta tidak hanya menghafal tata cara, tetapi juga meresapi nilai spiritual di balik setiap rukun ibadah.


Tasbih tawaf yang diberikan bukan sekadar hadiah simbolis. Ia menjadi pengingat bahwa setiap butiran dzikir adalah pengikat antara hamba dan Sang Pencipta. Bagi jemaah yang menerima, hadiah itu menjadi suntikan motivasi sekaligus amanah untuk menjaga kesungguhan dalam beribadah.


Sementara bagi peserta lainnya, peristiwa tersebut memantik semangat untuk mempersiapkan diri secara lebih matang, baik lahir maupun batin.


Pelaksanaan manasik haji di daerah ini juga memperlihatkan antusiasme masyarakat yang luar biasa. Para calon jemaah hadir dengan semangat tinggi, membawa harapan dan doa keluarga yang dititipkan.


Wajah-wajah penuh harap terlihat menyimak setiap arahan, seolah tidak ingin kehilangan satu pun makna dari pelatihan yang menjadi bekal menuju perjalanan suci tersebut.


Pendekatan edukasi yang mengedepankan keteladanan menjadi kekuatan utama dalam pelatihan manasik. Penekanan pada nilai kesabaran, kebersamaan, dan keikhlasan menjadi fondasi penting agar jemaah mampu menghadapi berbagai tantangan selama pelaksanaan ibadah haji.


Hal ini sekaligus menegaskan bahwa pembinaan spiritual tidak bisa hanya bersifat teoritis, melainkan harus menyentuh sisi emosional peserta.


Apalagi, narasumber Haji Asfar Amir yang juga salah seorang pemateri kepada peserta pelatihan bagi Instruktur Manasik itu, ia mempunyai alat perangkat pendukung menyajikan materi. Seperti Laptop dilengkapi Video, Ka'bah Mini, lokasi Sa'i, lokasi Jamrat


"Prosesi ibadah Haji dan Umrah adalah pekerjaan nyata di tanah suci, bukan omongan doang. Oleh sebab itu, maka perlu diperlihatkan betul apa yang akan dilalui, dan dikerjakan nanti sebelum berangkat kesana," ucap Asfar. 


Pada akhirnya, momen penyerahan tasbih tawaf itu meninggalkan jejak makna yang lebih luas dari sekadar seremoni pelatihan. Ia menjadi simbol bahwa perjalanan menuju Baitullah dimulai dari kesungguhan niat dan kesiapan hati serta istita'ah


Untuk mendukung kegiatan prosesi Manasik Haji di Padang Pariaman khususnya, menurut Adri Ahmad, memang diperlukan titik lokasi nyata. Yakni ada kawasan duplikat "Mini Tanah Suci Makkah" tersebut, seperti Arafah Mudzalifah dan Mina (Armuzna).


"Pihak Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Padang Pariaman telah merancang bersama Pemda Padang Pariaman. Mudah-mudahan terwujud di kawasan Kantor Bupati nantinya. Sebab, prosesi ibadah haji dan umrah butuh fisik badaniah serta bathiniah" ucap Kepala Kankemenhaj Adri Ahmad menanggapi dari paparan narasumber Asfar Tanjung yang selalu menginspirasi dan memotivasi jamaah. 


Dari ruang manasik sederhana di daerah, harapan besar jemaah terus dirajut, menegaskan bahwa ibadah haji bukan hanya panggilan spiritual, tetapi juga perjalanan jiwa yang sarat makna dan pengorbanan.(saco alhaj).