TSR 7 Padang Pariaman Turun ke Mushalla Darul Akhirah Kampuang Dadok Jemput Aspirasi Perbedaan Diredam -->

AdSense New

TSR 7 Padang Pariaman Turun ke Mushalla Darul Akhirah Kampuang Dadok Jemput Aspirasi Perbedaan Diredam

Rabu, 25 Februari 2026
Ketua TSR 7 Pemkab Padang Pariaman, Yulanto Prafifto Utomo serahkan bantuan Rp15 juta ke Pengurus Mushalla Darul Akhirah, Selasa malam 24 Februari 2026 (foto.dok.saco) 

Sungai Garinggiang - Mushalla Darul Akhirah Rakie di Nagari Persiapan Kampuang Dadok Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Garinggiang, Selasa malam (24/2/2926) tak hanya dipenuhi lantunan ayat suci. Kehadiran Tim Safari Ramadhan (TSR) 7 Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menghadirkan suasana berbeda. Lebih hangat, sekaligus penuh harap. 


Warga menyambut rombongan dengan wajah terbuka, seolah ingin memastikan bahwa Ramadhan kali ini benar-benar membawa kabar baik.


Tim tersebut dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Pariaman, Yulanto Prafifto Utomo, yang dipercaya menakhodai TSR 7.


Ia didampingi jajaran Organisasi Perangkat Daerah, di antaranya Azwarman Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB), Khairul Nizam Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Rafdal Andrianos, ST, MPSDA Kabag Administrasi Pembangunan, serta anggota DPRD Rudi Hartono Caniago, Nazir Tanjung, dan Mayuni. Juga dari rekan media turut menyertai, menjadi saksi dialog yang terbangun malam itu.


Kedatangan rombongan disambut Camat Sungai Garinggiang Afrizaldi, Kepala Kantor Urusan Agama Muhammad Amin, Wali Nagari Kuranji Hulu Salman Hardani bersama jamaah.


Suasana silaturahmi terasa kental. Tak ada sekat antara pejabat dan warga. Semua duduk bersaf, menyatu dalam nuansa Ramadhan yang khusyuk.


Dalam arahannya, Yulianto Prafifto Utomo menegaskan bahwa kedatangan TSR bukan sekadar menjalankan agenda tahunan. “Ini adalah wujud kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat. Kami hadir untuk menjemput aspirasi sekaligus mempererat tali silaturahmi,” ujarnya.


Ia mengingatkan agar perbedaan dalam penentuan awal Ramadhan tidak dijadikan bahan perdebatan, melainkan momentum memperkuat toleransi dan persaudaraan.


Menurutnya, yang lebih penting adalah menjaga kerja sama seluruh elemen masyarakat agar pembangunan terus bergerak ke arah yang lebih baik.


Ia memaparkan sejumlah program yang tengah berjalan, mulai dari pembangunan kampung nelayan, pemberian beasiswa bagi mahasiswa, kesepakatan pengendalian kesenian dan kerajinan, hingga pelaksanaan goro massal dan berbagai festival daerah.


Tak hanya itu, pascabencana yang sempat melanda sejumlah wilayah, pemerintah daerah disebut bergerak cepat membangun kembali infrastruktur seperti jembatan serta menangani para korban terdampak.


Upaya tersebut, katanya, adalah bukti bahwa komitmen pembangunan tidak berhenti meski tantangan datang silih berganti.


Di akhir pertemuan, ia mengajak jamaah menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat ibadah dan meneguhkan komitmen menjalankan kewajiban dengan penuh keikhlasan.


Dalam kesempatan itu, juga diserahkan bantuan dana hibah Pemkab Padang Pariaman sebesar Rp15 juta untuk kelancaran pembangunan Mushalla tersebut. 


Malam itu, di Mushalla Darul Akhirah Rakie, Kampuang Dadok, Ramadhan bukan hanya tentang ritual. Ia menjadi ruang harapan. Bahwa silaturahmi, toleransi, dan kerja nyata bisa berjalan beriringan demi Sungai Garinggiang yang lebih baik.(saco).