TSR 7 Pemkab Padang Pariaman Datang di Tengah Duka Balah Hilir Lubuak Aluang Menagih Perhatian -->

AdSense New

TSR 7 Pemkab Padang Pariaman Datang di Tengah Duka Balah Hilir Lubuak Aluang Menagih Perhatian

Jumat, 27 Februari 2026
Khairul Nizam, Kadis Perikanan Padang Pariaman selaku Ketua TSR 7 Pemkab memberikan sambutan dihadapan jamaah Mushalla Haqqul Yakin, Balah Hilia Lubuak Aluang, Kamis malam, 26 Februari 2026 (foto.dok.a) 

Lubuak Aluang - Di antara cahaya lampu mushalla yang temaram dan wajah-wajah lelah yang belum sepenuhnya pulih dari bencana, rombongan Tim Safari Ramadhan (TSR) 7 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman hadir di Mushalla Haqqul Yakin, Balah Hilia, Lubuk Alung, pada Kamis (26/2/2026).


Malam itu bukan sekadar kunjungan seremonial, ia menjelma pertemuan batin antara pemerintah dan warga yang sedang belajar bangkit.


Rombongan dipimpin Kepala Dinas Perikanan Padang Pariaman, Khairul Nizam beserta Kabid dan Staf, Kadis PPKB Azwarman dengan Sekretaris, Kabid dan staf serta Kabag Administrasi Pembangunan Rafdal Andrianos


Mereka disambut Camat Lubuak Aluang Dion Pranata, Kepala KUA Lubuak Aluang Almanar, Wali Nagari Balah Hilia, serta jamaah Mushalla Haqqul Yakin yang memadati ruang ibadah sederhana tersebut. Warga jamaah hanya ada harap agar kehadiran itu benar-benar membawa solusi.


Dalam suasana Ramadhan yang masih dibayangi duka, Khairul Nizam menyampaikan pesan yang tak ringan. Ia mengajak masyarakat memperkuat ketakwaan dan keimanan kepada Allah SWT, terlebih setelah bencana yang menyisakan luka kolektif.


 “Ramadhan ini harus menjadi momentum kita memperbaiki diri, memperkuat hati, dan saling menguatkan,” ucapnya di hadapan jamaah yang terdiam.


Namun pesan itu tak berhenti pada dimensi spiritual. Ia menegaskan pentingnya pendataan korban terdampak pascabencana agar bisa ditindaklanjuti hingga ke jenjang pusat. 


Menurutnya, tanpa data yang jelas, penderitaan warga berisiko hanya menjadi cerita yang berulang tanpa penyelesaian nyata. Di titik ini, Ramadhan berubah menjadi panggilan tanggung jawab.


Di sela sambutan, kekhawatiran lain mengemuka. Kenakalan remaja. Mulai dari narkoba, tawuran hingga pergaulan bebas, ini dinilai kian mengkhawatirkan.


Khairul Nizam mengajak seluruh orang tua dan tokoh masyarakat untuk menjaga keluarga masing-masing agar tidak terjerumus pada jurang yang meresahkan warga.


Mendirikan Ramadhan dengan amalan ibadah, katanya, harus menjadi benteng terakhir sebelum generasi muda kehilangan arah.


Atas nama Bupati Padang Pariaman, TSR 7 menyerahkan bantuan Rp15 juta untuk kelanjutan pembangunan mushalla serta satu paket Al-Qur’an.


Nominal itu mungkin tak besar jika diukur dengan angka-angka proyek. Tetapi bagi jamaah, bantuan tersebut adalah pengakuan. Bahwa mereka tidak membangun rumah ibadah ini sendirian, dan bahwa jerih payah gotong royong mereka dilihat oleh pemerintah.


Malam pun ditutup dengan doa yang panjang. Di Mushalla Haqqul Yakin, Balah Hilia, warga tak hanya meminta keselamatan dan keberkahan. 


Mereka memohon agar Ramadhan kali ini benar-benar menghadirkan perubahan. Terutama pada akhlak anak-anak mereka, pada kepedulian pemerintah, dan pada masa depan nagari yang sedang berjuang bangkit dari ujian.(saco).