250 Pelaku UMKM Padang Pariaman Korban Bencana Dapat Modal Bangkit Harapan Datang -->

AdSense New

250 Pelaku UMKM Padang Pariaman Korban Bencana Dapat Modal Bangkit Harapan Datang

Rabu, 11 Maret 2026

Bupati John Kenedy Azis serahkan bantuan kepada pelaku UMKM yang terdampak banjir di Kantor Dinas Tenaga Kerja Koperasi UMKM, Rabu 11 Maret 2026 (foto.ikp) 

Padang Pariaman - Di tengah luka akibat banjir dan longsor yang sempat memukul ekonomi warga, secercah harapan akhirnya datang bagi pelaku usaha kecil di Padang Pariaman.


Pemerintah daerah menyalurkan bantuan rintisan usaha kepada 250 pelaku UMKM terdampak bencana hidrometeorologi di Kantor Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM, Rabu (11/3/2026).


Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menegaskan bantuan ini merupakan hasil sinergi pemerintah daerah dengan Komisi VII DPR RI yang sebelumnya melakukan kunjungan kerja ke Padang Pariaman.


Dari kunjungan tersebut, bantuan senilai Rp500 juta dialokasikan khusus untuk membantu pelaku UMKM yang terdampak banjir dan longsor.


Sebanyak 250 penerima manfaat telah diverifikasi dalam tahap awal. Mereka terdiri dari 37 pelaku usaha peternakan itik dan ayam, 13 pelaku usaha perikanan, serta 200 warga yang kini mencoba bangkit melalui usaha kuliner dan perdagangan.


Setiap penerima mendapatkan bantuan usaha senilai Rp2 juta. Namun bantuan tidak diberikan sepenuhnya dalam bentuk uang tunai, melainkan dalam bentuk barang usaha sesuai kebutuhan agar bisa langsung digunakan untuk memulai kembali aktivitas ekonomi.


Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM, Hendri Satria, menjelaskan sebagian besar bantuan berupa peralatan usaha seperti kompor, tabung gas, blender, hingga perlengkapan dapur serta bahan baku produksi.


Dari total bantuan tersebut, sekitar Rp1,75 juta diberikan dalam bentuk barang usaha, sementara Rp250 ribu disalurkan dalam bentuk uang tunai sebagai tambahan modal. Bantuan ini diharapkan mampu menghidupkan kembali usaha yang sempat terhenti akibat bencana.


Pemerintah daerah memastikan bantuan tidak berhenti pada tahap penyaluran saja. Melalui dinas teknis terkait, usaha para penerima akan dipantau dan didampingi agar benar-benar berkembang.


“Data masyarakat terdampak sebenarnya lebih dari 250 orang. Namun untuk tahap ini kita prioritaskan yang paling mendesak dan telah terverifikasi,” ujar Hendri.


Bagi para pelaku usaha kecil yang sempat kehilangan alat produksi dan sumber penghidupan, bantuan ini bukan sekadar angka rupiah. Melainkan peluang untuk bangkit dan menata kembali kehidupan setelah bencana.(saco).