![]() |
| Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sumbar, Ir.H.Edi Darma, MSi (foto.dok.saco) |
Padang - Langkah Tim Safari Ramadhan (TSR) 1447 H/2026 M Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tahun ini tak main-main. Sebanyak 268 masjid di seluruh kabupaten dan kota disambangi, membawa dana hibah hampir mencapai Rp11,925 miliar.
Di tengah suasana Ramadhan yang khusyuk, angka itu bukan sekadar nominal. Ini menjadi simbol kehadiran negara di tengah denyut kehidupan umat.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sumbar, Ir. H. Edi Darma, M.Si, menyebutkan bahwa TSR turun langsung menyerap aspirasi sekaligus mempererat silaturahmi.
“Ini bukan hanya kunjungan rutin. Ada pesan moral dan tanggung jawab sosial yang dibawa,” ujarnya yang dihubungi fajarsumbar.com, pada Senin (2/3/2026) siang.
Ramadhan, kata dia, adalah momentum menyentuh hati masyarakat sekaligus memperkuat sinergi pemerintah dan rakyat.
TSR 1 dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dipimpin langsung oleh Mahyeldi Ansharullah. Ada TSR lainnya diketuai Wakil Gubernur (Wagub) Vasko Ruseimy, dan Sekdaprov Arry Yuswandi serta dari unsur Forkopimda Sumbar.
Mereka mengunjungi 128 masjid dengan total anggaran hibah sebesar Rp4,925 miliar. Dari kota hingga pelosok nagari di Kabupaten, rombongan hadir membawa bantuan sekaligus mendengar langsung keluhan jamaah.
Sementara itu, unsur legislatif melalui DPRD Sumatera Barat tak tinggal diam. Ketua, wakil ketua, dan anggota dewan membagi diri mengunjungi 140 masjid dengan anggaran mencapai Rp7 miliar.
Menurut Edi Darma, bahwa kehadiran mereka menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dan masyarakat, dalam suasana religius yang lebih cair dan penuh kehangatan.
"Jika ditotal, Rp4,925 miliar dari Pemprov dan Rp7 miliar dari DPRD menjadikan angka Rp11,925 miliar sebagai kekuatan nyata di balik Safari Ramadhan tahun ini," tutur Kepala Biro Kesra Pemprov Sumbar itu.
Anggaran itu diharapkan tak berhenti sebagai bantuan simbolik. Melainkan benar-benar menggerakkan pembangunan masjid dan kegiatan keagamaan yang lebih produktif.
Di banyak masjid yang dikunjungi, jamaah menyambut rombongan dengan harapan dan doa. Ada yang berharap perbaikan fasilitas wudhu, ada yang mengusulkan penguatan pendidikan Al-Qur’an bagi generasi muda.
Ia menambahkan bahwa Safari Ramadhan pun berubah menjadi forum aspirasi yang hidup. Bukan sekadar agenda tahunan yang berlalu begitu saja.
Ramadhan selalu menghadirkan ruang refleksi. Melalui TSR 1447 H ini, Pemprov dan DPRD Sumbar mencoba menunjukkan bahwa kebersamaan tak hanya dibangun lewat pidato, tetapi juga lewat langkah nyata dan anggaran konkret.
Pertanyaannya kini, sejauh mana sentuhan Rp11,9 miliar itu benar-benar membekas di hati dan kehidupan umat setelah Ramadhan usai?(saco).
Komentar