Jakarta, Rakyatterkini.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan adanya waktu-waktu tertentu yang tergolong rawan kecelakaan selama arus mudik. Temuan tersebut diperoleh dari hasil Analisis dan Evaluasi Kecelakaan (Anev Laka) yang dilakukan jajaran kepolisian.
Berdasarkan data yang dihimpun, angka kecelakaan lalu lintas menunjukkan tren penurunan dibanding periode sebelumnya. Capaian ini akan dijadikan bahan evaluasi untuk memperkuat langkah-langkah peningkatan keselamatan pada mudik Lebaran 2026.
Hasil evaluasi mencatat jumlah kecelakaan menurun sebesar 31,43 persen. Sementara itu, angka korban meninggal dunia turun signifikan hingga 53,24 persen. Penurunan juga terjadi pada korban luka berat sebesar 7,19 persen dan luka ringan berkurang 27,85 persen.
Meski demikian, Sigit menegaskan masih terdapat jam-jam tertentu yang menjadi titik rawan kecelakaan dan membutuhkan perhatian serius. Hal itu disampaikannya saat memimpin rapat koordinasi Operasi Ketupat 2026 di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).
Dari hasil analisis, kecelakaan paling banyak terjadi pada pukul 09.00 hingga 12.00, dengan total 532 peristiwa. Rentang waktu tersebut dinilai rawan karena meningkatnya aktivitas masyarakat di jalan, baik untuk keperluan kerja, perjalanan antarkota, maupun mobilitas harian lainnya.
Selain kepadatan lalu lintas, kondisi pengemudi turut menjadi faktor yang memengaruhi tingginya angka kecelakaan pada jam tersebut. Dalam evaluasi itu, penyebab paling dominan adalah kegagalan menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, tercatat sebanyak 1.156 kasus.
Faktor lain yang kerap memicu kecelakaan ialah kelalaian memperhatikan kendaraan di depan serta kecepatan berkendara yang tidak terkendali.
Kelelahan dan rasa kantuk saat menempuh perjalanan jarak jauh juga masih menjadi pemicu utama kecelakaan, khususnya selama periode mudik.
Menurut Sigit, hasil analisis ini akan menjadi dasar bagi kepolisian untuk memperkuat sosialisasi keselamatan berlalu lintas menjelang puncak arus mudik dan arus balik yang diperkirakan berlangsung padat.
Upaya yang dilakukan antara lain melalui kampanye keselamatan, peningkatan pengawasan di titik-titik rawan, serta penambahan patroli pada jam-jam yang memiliki tingkat risiko kecelakaan lebih tinggi. Edukasi kepada masyarakat pun akan terus digencarkan agar angka kecelakaan pada 2026 dapat ditekan lebih rendah lagi.(des*)
Komentar