Bupati Padang Pariaman Respon Ninik Mamak Nagari Tapakih, 100 Hektare Lahan Tidur Disulap Jadi Senjata Pangan -->

AdSense New

Bupati Padang Pariaman Respon Ninik Mamak Nagari Tapakih, 100 Hektare Lahan Tidur Disulap Jadi Senjata Pangan

Rabu, 18 Maret 2026
Bupati John Kenedy Azis menerima rombongan Ninik Mamak Nagari Tapakih, bicarakan lahan kosong 100 hektar dijadikan lahan tanaman jagung, Selasa 17 Maret 2026 (foto.dok.ikp) 

Parik Malintang - Langkah cepat langsung ditunjukkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman saat menerima laporan dari niniak mamak Nagari Tapakih, Kecamatan Ulakan Tapakih.


Tanpa menunggu lama, respon konkret segera disiapkan untuk menghidupkan kembali ratusan hektare lahan yang selama ini terbengkalai dan tak tersentuh produktivitas.


Di ruang kerja Bupati di kawasan Perkantoran Pemkab Padang Pariaman, Parit Malintang, Selasa (17/3/2026) pertemuan penting itu berlangsung penuh harapan. 


Rombongan tokoh adat bersama perangkat nagari datang membawa satu kegelisahan sekaligus peluang besar. Lahan tidur yang bisa diubah menjadi sumber kehidupan baru bagi masyarakat.


Bupati John Kenedy Azis, melihat ini bukan sekadar laporan biasa. Ia menangkap sinyal kuat kebangkitan ekonomi dari sektor pertanian.


Sekitar 100 hektare lahan di Korong Kalamuntuang dan Korong Batang Kambaru disebut selama ini dibiarkan tanpa pemanfaatan berarti.


Tak ingin wacana berhenti di meja rapat, Bupati John Kenedy Azis menegaskan akan turun langsung ke lapangan bersama jajaran kepolisian.


"Verifikasi kondisi lahan menjadi langkah awal sebelum rencana besar digerakkan, termasuk pelaporan lanjutan ke tingkat kepolisian daerah untuk dukungan strategis," ucapnya.


Program penanaman jagung pun mencuat sebagai opsi utama. "Komoditas ini dinilai cepat memberikan hasil dan mampu menjadi pengungkit swasembada pangan, sekaligus menjawab tantangan kebutuhan pangan nasional yang terus meningkat," tegas John Kenedy Azis. 


Lebih dari sekadar produksi, inisiatif ini menyimpan harapan sosial yang besar. "Lahan yang selama ini terbengkalai diproyeksikan menjadi sumber penghidupan baru, terutama bagi masyarakat yang terdampak bencana dan kehilangan mata pencaharian dalam beberapa waktu terakhir," tuturnya.


Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan kekuatan adat menjadi kunci dari gerakan ini.


Jika terealisasi, bukan hanya lahan yang hidup kembali, tetapi juga harapan masyarakat Padang Pariaman untuk bangkit dan berdiri di atas kaki sendiri melalui kemandirian pangan.(saco).