Bupati Padang Pariaman Tantang Pengurus Baru KONI Jangan Hidup dari APBD! -->

AdSense New

Bupati Padang Pariaman Tantang Pengurus Baru KONI Jangan Hidup dari APBD!

Selasa, 17 Maret 2026

Bupati John Kenedy Azis bersama Ketua DPRD Aprinaldi, unsur Forkopimda, Ketua KONI Sumbar, Kepala Disparpora Anton Wira Tanjung dan pengurus KONI yang baru, Senin 16 Maret 2026 (foto.ikp) 


Parik Malintang
- Pelantikan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Padang Pariaman masa bakti 2024–2028 menjadi sorotan penting bagi masa depan olahraga daerah. Prosesi yang berlangsung di Aula Kantor Bupati, Parik Malintang,  Senin (16/3/2026), dipimpin langsung oleh Ketua KONI Sumatera Barat, Hamdanus.


Sejumlah tokoh hadir menyaksikan momentum tersebut, termasuk Bupati John Kenedy Azis, pimpinan DPRD, jajaran Forkopimda, hingga para penggiat olahraga dari berbagai cabang.


Bupati John Kenedy Azis dalam sambutannya mengatakan kepengurusan yang baru dilantik ini bukan sekadar seremoni pergantian struktur organisasi. KONI Padang Pariaman yang baru, momen ini sebagai garis start untuk memulai kerja keras membangun prestasi olahraga daerah.


"Seluruh pengurus cabang olahraga agar mengesampingkan ego sektoral dan menjadikan KONI sebagai rumah besar bagi semua insan olahraga," katanya mengingatkan. 


Bupati John Kenedy Azis melontarkan pesan yang cukup menohok. Ia menegaskan bahwa organisasi olahraga tidak boleh hidup hanya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).


Menurutnya, era baru pengelolaan olahraga menuntut kreativitas, profesionalitas, serta keberanian membuka jejaring pendanaan dari dunia usaha dan sponsor.


"Prestasi tidak pernah lahir dari sistem yang stagnan. Jika ingin melihat atlet Padang Pariaman berdiri di podium juara, maka pengurus harus berani mengubah cara kerja lama," tegas Bupati. 


Menurut John Kenedy Azis, transparansi anggaran, inovasi program pembinaan, serta manajemen organisasi yang modern menjadi syarat mutlak agar KONI tidak sekadar menjadi organisasi administratif tanpa prestasi.


Tak hanya itu, Bupati juga menyoroti persoalan klasik yang sering menghantui daerah: atlet berbakat yang justru membela wilayah lain.


Ia menilai hal tersebut sering terjadi karena kurangnya perhatian terhadap kesejahteraan atlet dan lemahnya sistem pembinaan. "Jika hal ini tidak segera dibenahi, maka Padang Pariaman hanya akan menjadi ladang bakat yang dipanen daerah lain," tegas Bupati.


Dalam pandangannya, juara tidak pernah lahir secara instan. Prestasi membutuhkan proses panjang, dimulai dari pembinaan usia dini hingga kompetisi berjenjang.


Oleh sebab itu, ia mendorong lahirnya kompetisi rutin dari tingkat nagari, kecamatan, kabupaten hingga provinsi sebagai jalur untuk menemukan bibit atlet potensial.


Sementara itu, Ketua KONI Sumatera Barat Hamdanus menyampaikan optimisme besar terhadap masa depan olahraga Padang Pariaman.


Ia menilai daerah ini memiliki potensi kuat untuk kembali mengulang kejayaan seperti pada Porprov 2018. Bahkan menurutnya, kesiapan daerah ini sebagai tuan rumah sejumlah cabang olahraga pada Porprov mendatang sudah terlihat sangat matang.


Di sisi lain, Ketua KONI Padang Pariaman Asmadi juga mengungkap rencana menggelar Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) di sela pelaksanaan Porprov.


Agenda tersebut bukan hanya untuk menjaring atlet berprestasi, tetapi juga menjadi ruang positif bagi generasi muda agar menyalurkan energi melalui olahraga.


Ia berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah, DPRD, serta seluruh masyarakat agar olahraga Padang Pariaman benar-benar bangkit dan kembali diperhitungkan di tingkat nasional.(saco).