![]() |
| Ibu-ibu lajut usia peserta MTQ di Masjid Nurul Amri, Kota Padang Panjang. |
Padang Panjang, fajarsumbar.com - Suasana Ramadan 1447 Hijriah di Kota Padang Panjang terasa semakin semarak. Puluhan warga lanjut usia (lansia), baik laki-laki maupun perempuan, mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang digelar di Masjid Nurul Amri, Kelurahan Balai-Balai, Kecamatan Padang Panjang Barat.
Kegiatan religius yang memasuki pelaksanaan ke-V ini menjadi salah satu agenda rutin pengurus Masjid Nurul Amri setiap Ramadan. MTQ khusus lansia tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Padang Panjang yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako, I Putu Venda, Rabu (4/3) malam, usai Salat Tarawih.
Para peserta yang mengikuti lomba tilawah Alquran ini berasal dari berbagai masjid yang ada di Kota Padang Panjang. Perlombaan dijadwalkan berlangsung selama dua hari hingga Kamis (5/3) malam.
Dalam sambutannya, I Putu Venda menyampaikan apresiasi atas konsistensi pengurus Masjid Nurul Amri yang terus menghadirkan kegiatan syiar Islam yang memberi ruang bagi para lansia untuk tetap aktif dalam kegiatan keagamaan.
Ia menilai, penyelenggaraan MTQ lansia bukan hanya sekadar ajang perlombaan, tetapi juga bentuk penghormatan kepada generasi tua yang tetap menjaga kedekatan dengan Alquran di usia senja.
“Di usia yang tidak lagi muda, dengan penglihatan yang mungkin tidak setajam dahulu dan suara yang mungkin tidak lagi sekuat dulu, para orang tua kita tetap berusaha mendekatkan diri kepada Kalamullah. Ini adalah teladan yang luar biasa,” ungkapnya.
Menurutnya, para lansia menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus belajar dan memperdalam pemahaman terhadap Alquran. Bahkan di masa tua, semangat mereka untuk bersahabat dengan kitab suci justru semakin kuat.
Ia juga menambahkan, berbagai penelitian menunjukkan bahwa membaca dan melantunkan ayat-ayat suci Alquran memberikan dampak positif bagi kesehatan mental, terutama bagi kalangan lansia.
“Membaca Alquran dapat menghadirkan ketenangan batin, menjaga kesehatan mental, sekaligus menumbuhkan semangat hidup bagi para orang tua. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk terus didorong,” katanya.
Lebih jauh ia menegaskan, MTQ lansia menjadi bukti nyata bahwa kecintaan terhadap Alquran tidak mengenal batas usia.
“MTQ Lansia bukan hanya perlombaan, tetapi juga peristiwa iman. Ini menjadi bukti bahwa cinta kepada Alquran tidak pernah mengenal kata terlambat,” tegasnya.
Sementara itu, pengurus Masjid Nurul Amri, Endi Aswel, mengatakan antusiasme peserta tahun ini cukup tinggi. Hingga malam pembukaan, tercatat sebanyak 30 peserta telah mendaftarkan diri untuk mengikuti lomba tilawah tersebut.
Jumlah itu terdiri dari 13 peserta laki-laki dan 17 peserta perempuan yang semuanya berasal dari berbagai masjid di Kota Padang Panjang.
“Peserta yang sudah terdaftar hingga malam pembukaan ada 30 orang, terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu. Kami perkirakan jumlahnya masih bisa bertambah karena masih ada yang menyatakan minat untuk ikut,” jelas Endi.
Ia berharap kegiatan MTQ lansia ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah antarjemaah, khususnya bagi kalangan lansia di Kota Padang Panjang.
Menurutnya, melalui kegiatan seperti ini para lansia dapat saling bertemu, berbagi pengalaman, sekaligus terus memotivasi diri untuk belajar membaca Alquran dengan lebih baik.
“Harapan kami, kegiatan ini menjadi wadah bagi para lansia untuk terus bersemangat mempelajari Alquran. Usia tidak menjadi penghalang untuk tetap belajar dan mendekatkan diri kepada Allah,” pungkasnya. (Syam)
Komentar