![]() |
| Bupati John Kenedy Azis serahkan zakat fitrah pribadi bersama keluarga kepada perempuan Sarigona yang merupakan warga Korong Lantak Ming kudu, Nagari Padang Bintungan, Jum'at 20 Maret 2026 (foto.ikp) |
Pauh Kambar - Di sebuah sudut sunyi Korong Lantak Mingkudu, Nagari Padang Bintungan, kisah keteguhan itu hidup tanpa sorotan. Ibu Sarigona, dengan segala keterbatasan, membesarkan dua anak berkebutuhan khusus dalam diam.
Tanpa keluh, tanpa tuntut. Hidup yang dijalaninya jauh dari kata mudah, namun justru di sanalah makna kesabaran menemukan bentuk paling nyata.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, perhatian itu akhirnya datang. Bupati John Kenedy Azis hadir langsung. Ia menyerahkan zakat fitrah pribadi bersama keluarganya kepada Ibu Sarigona di Nagari Padang Bintungan, Kecamatan Nan Sabaris, Jumat (20/3/2026).
Tak ada seremoni mewah, hanya kehangatan yang terasa begitu dekat. Agaknya sebagian orang, zakat mungkin sekadar rutinitas tahunan. Namun di tempat itu, zakat menjelma menjadi pelipur luka. Menjadi tanda bahwa masih ada yang peduli.
Sentuhan sederhana itu membawa arti besar. Lebih dari sekadar bantuan. Tetapi pengakuan atas perjuangan yang selama ini nyaris tak terlihat.
Di tengah hiruk pikuk persiapan Lebaran, kisah seperti ini sering terlewatkan. Padahal, justru di balik gemerlapnya hari kemenangan. Konon, banyak keluarga yang berjuang dalam sunyi. Kehadiran pemimpin di tengah kondisi itu menjadi pesan kuat. Negara tidak boleh abai.
Bupati John Kenedy Azis menyampaikan bahwa zakat fitrah bukan hanya kewajiban, melainkan bentuk tanggung jawab sosial. Sebuah ikhtiar untuk saling menguatkan. Terutama di momen ketika kebahagiaan seharusnya dirasakan oleh semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Semoga bantuan ini bisa meringankan beban dan menghadirkan kebahagiaan bagi keluarga Ibu Sarigona,” ucapnya, dengan nada yang tak sekadar formalitas, melainkan sarat empati.
Momen itu menjadi pengingat keras. Lebaran bukan hanya tentang baju baru dan hidangan istimewa. Lebaran adalah tentang kepedulian, tentang siapa yang masih tertinggal. Setidaknya, tentang seberapa jauh tangan kita mau menjangkau mereka yang paling membutuhkan harapan.(saco).
Komentar