Dihujani Rudal Iran, PM Israel 'Setan' Nyahu Dipastikan Tewas -->

AdSense New

Dihujani Rudal Iran, PM Israel 'Setan' Nyahu Dipastikan Tewas

Kamis, 12 Maret 2026
Api membumbung tinggi di Tel Aviv setelah dirudal Iran bertubi-tubi.


Teheran, fajarsumbar.com Perdana Menteri (PM) Israel Netanyahu dipastikan tewas dihantam rudal Iran. Artinya balas dendam Iran tercapai. Nyawa Balas nyawa. Sebelumnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dirudal Israe-AS, pada 28 Februari 2026.


Mampusnya PM Israel 'Setan'Nyahu ini banyak diberita media Iran dan beberbagai media di Timur Tengah. Mereka mengucapkan alhamdulillah, pemimin 'Setan' yang suka bikin kekacauan di dunia ini mampus dihantam rudal.


Sejumlah laporan dari media yang mengutip sumber berbahasa Ibrani menyebutkan, absennya Netanyahu dari berbagai publikasi resmi memicu dugaan bahwa pemimpin Israel itu kemungkinan mengalami cedera serius atau menghadapi situasi tertentu yang belum diketahui publik.


Salah satu indikator yang memicu spekulasi adalah tidak adanya unggahan video terbaru dari Netanyahu selama hampir tiga hari terakhir. Padahal sebelumnya, Netanyahu dikenal cukup aktif menyampaikan pesan melalui video yang diunggah di saluran resmi maupun media sosial pribadinya.


Dalam kondisi normal, setidaknya satu hingga tiga video biasanya diunggah setiap hari. Video tersebut umumnya berisi pernyataan politik, pesan kepada masyarakat Israel, maupun tanggapan terhadap perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.


Namun dalam beberapa hari terakhir, komunikasi yang dikaitkan dengan Netanyahu hanya berupa pernyataan tertulis. Tidak ada rekaman video maupun foto terbaru yang dirilis kepada publik, sehingga memicu berbagai spekulasi di kalangan pengamat dan media internasional.


Selain itu, sejumlah sumber juga menyebutkan bahwa pengamanan di sekitar kediaman Netanyahu dilaporkan diperketat sejak 8 Maret. Langkah tersebut disebut-sebut sebagai upaya antisipasi terhadap potensi ancaman keamanan, termasuk kemungkinan serangan drone bunuh diri.


Situasi ini semakin memicu tanda tanya setelah muncul laporan mengenai percakapan telepon antara Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dengan Netanyahu. Pihak Istana Élysée hanya merilis isi percakapan dalam bentuk pernyataan tertulis tanpa menyebutkan secara jelas waktu terjadinya komunikasi tersebut.


Minimnya informasi resmi membuat berbagai spekulasi berkembang di media sosial maupun sejumlah media internasional. Sebagian pihak bahkan menyebut kemungkinan Netanyahu mengalami kondisi serius, meskipun kabar tersebut belum dapat diverifikasi.


Hingga saat ini, pemerintah Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait kondisi Netanyahu. Tidak ada pula konfirmasi maupun bantahan dari kantor Perdana Menteri Israel mengenai rumor yang berkembang tersebut.


Para pengamat menilai situasi ini menunjukkan tingginya sensitivitas informasi terkait kondisi pemimpin negara di tengah situasi geopolitik yang masih tegang di kawasan Timur Tengah.


Sementara itu, berbagai pihak mengingatkan publik agar tetap berhati-hati menyikapi kabar yang beredar. Tanpa adanya pernyataan resmi dari pemerintah Israel, kondisi sebenarnya dari Netanyahu masih belum dapat dipastikan.(*)