Gema Melodi di Kota Tambang: Sawahlunto Street Music Fest Hidupkan Malam Lebaran di Kawasan Silo -->

AdSense New

Gema Melodi di Kota Tambang: Sawahlunto Street Music Fest Hidupkan Malam Lebaran di Kawasan Silo

Rabu, 25 Maret 2026

 

Penampilan Hipkustik salah satu band lokal yang memeriahkan Sawahlunto Street Music Fest Lebaran Edition di kawasan kuliner Silo. Festival ini berlangsung selama empat hari, menghibur masyarakat dan wisatawan dalam suasana hangat Hari Raya Idul Fitri. (foto/rian efendi rizal)

Sawahlunto, fajarsumbar.com - Kota Tua Sawahlunto kembali bersolek dengan kemeriahan yang tidak biasa pada penghujung Maret 2026. Di tengah udara malam yang sejuk dan sisa-sisa aroma kegembiraan Idul Fitri 1447 H, kawasan kuliner Silo bertransformasi menjadi panggung terbuka yang penuh energi melalui perhelatan Sawahlunto Street Music Fest Lebaran Edition. 


Festival yang berlangsung selama empat hari berturut-turut, mulai dari tanggal 22 hingga 25 Maret, berhasil menyulap sudut bersejarah kota ini menjadi titik temu antara tradisi pulang kampung dan selebrasi kreativitas modern.


​Gemerlap lampu di Taman Silo menjadi saksi bisu bagaimana alunan musik mampu menyatukan ribuan pasang mata. Sejak pukul 19.00 WIB setiap malamnya, kerumunan masyarakat dan wisatawan mulai memadati area kuliner, menciptakan atmosfer yang selaras dengan semboyan acara: "Asik Musiknya, Hangat Lebarannya." 


Perjalanan ritme dimulai pada hari pertama lewat gebrakan Allegros Band yang tampil eksplosif membawakan deretan lagu populer, seolah memicu adrenalin pengunjung untuk merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa. Suasana kemudian bergeser menjadi lebih intim pada malam kedua saat Hipkustik Band naik panggung, di mana petikan gitar akustik mereka memberikan ruang bagi keluarga untuk bercengkerama lebih dalam di tengah hiruk-pikuk kota.


​Dinamika musikalitas terus berlanjut hingga hari ketiga dengan penampilan Tumerco yang membawa karakter musik khas, memberikan warna yang berbeda bagi para penikmat seni di Sawahlunto. Namun, antusiasme mencapai puncaknya pada malam penutupan ketika band Nightmare asal Kota Solok tampil sebagai bintang utama. 


Kehadiran grup musik dari kota tetangga ini tidak hanya menjadi penutup yang manis, tetapi juga simbol kolaborasi seni antarwilayah di Sumatera Barat. Melalui festival ini, Pemerintah Kota Sawahlunto di bawah kepemimpinan Wali Kota Riyanda Putra dan Wakil Wali Kota H. Jeffry Hibatullah menegaskan ambisinya untuk menjadikan kota ini sebagai destinasi yang tidak pernah tidur.


​Plt Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Sawahlunto, Irzam, menyatakan bahwa agenda ini dirancang untuk lebih dari sekadar hiburan sesaat. Beliau mengungkapkan bahwa pemerintah berharap kegiatan ini dapat terus menjadi agenda tahunan yang mampu meningkatkan kunjungan wisata serta memperkuat citra Sawahlunto sebagai kota wisata yang hidup, menghidupi, dan penuh kreativitas. 


Pernyataan ini mencerminkan strategi jangka panjang untuk mengintegrasikan potensi sejarah kota dengan tren gaya hidup masa kini agar ekonomi lokal tetap berputar melalui sektor pariwisata.


​Keamanan dan kenyamanan selama acara berlangsung juga menjadi perhatian utama, yang terwujud melalui sinergitas lintas instansi. Kasat Intelkam Polres Kota Sawahlunto, AKP Marwan, menekankan pentingnya kerja sama ini sebagai pilar utama kesuksesan acara. Beliau menyebutkan bahwa kolaborasi pihaknya dengan pemerintah daerah merupakan sinergitas antara pemerintahan dan institusi Polri dalam menciptakan berbagai kegiatan positif untuk mendukung visi kota iven yang Hidup dan Menghidupi. 


Dengan berakhirnya nada terakhir dari panggung Silo, Sawahlunto Street Music Fest tidak hanya meninggalkan kesan mendalam bagi para perantau yang mudik, tetapi juga mengukuhkan posisi Sawahlunto sebagai kota warisan dunia yang terus berdenyut dengan kreativitas tanpa batas. (ton)