Hizbullah Balas Serangan Israel di Haifa -->

AdSense New

Hizbullah Balas Serangan Israel di Haifa

Selasa, 03 Maret 2026
Puing-puing berserakan di jalan di samping gedung apartemen 


Jakarta  – Pasukan Israel melancarkan serangan ke Lebanon pada Senin (2/3/2026) sebagai balasan atas rangkaian serangan yang diluncurkan oleh Hizbullah. 

Kementerian Kesehatan Publik Lebanon melaporkan 31 orang tewas dan 149 lainnya mengalami luka-luka.

Mengutip Al Jazeera, Israel juga mengeluarkan peringatan evakuasi untuk lebih dari 50 kota di wilayah selatan Lebanon dan Lembah Bekaa. Situasi ini mengulang ingatan pada 23 September 2024, ketika serangan Israel menewaskan sekitar 500 orang dan memaksa lebih dari 1 juta warga mengungsi dalam satu hari.

Sebelumnya, Hizbullah menembakkan rudal dan drone ke fasilitas militer Israel di kota utara Haifa, menandai balasan pertama mereka terhadap Israel dalam lebih dari setahun. 

Organisasi tersebut menyebut serangan itu sebagai respons atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas akibat serangan Israel di Teheran pada Sabtu (28/2/2026).

Menanggapi eskalasi ini, pemerintah Lebanon melarang semua aktivitas militer dan keamanan Hizbullah serta memerintahkan penangkapan pihak-pihak yang terlibat dalam peluncuran roket.

Sementara itu, pejabat Amerika Serikat (AS) menyatakan kepada MTV Lebanon bahwa gencatan senjata di Lebanon, yang dimulai pada November 2024, dianggap berakhir. AS menegaskan tidak akan campur tangan untuk menghentikan serangan Israel, namun memperingatkan Lebanon agar menetapkan Hizbullah sebagai organisasi teroris. “Jika tidak, tidak akan ada perbedaan di antara keduanya,” kata pejabat AS tersebut.

Israel mengklaim berhasil menewaskan beberapa pemimpin senior Hizbullah dalam serangan di selatan Lebanon dan wilayah Dahiyeh. Mereka juga mengeluarkan peringatan evakuasi massal untuk lebih dari 50 kota dan desa di Lebanon selatan serta timur. Kepadatan kendaraan yang meninggalkan wilayah tersebut mengingatkan pada periode perang terburuk antara Israel dan Lebanon pada 2023–2024.(des*)