Jakarta – Serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel selama dua hari terakhir menewaskan 555 orang di berbagai wilayah Iran, menurut laporan Bulan Sabit Merah Iran.
“Menyusul serangan teroris yang dilakukan oleh rezim Zionis-Amerika di sejumlah wilayah, sejauh ini 131 kota terdampak, dan 555 warga negara kami tewas,” tulis Bulan Sabit Merah Iran melalui akun Telegram, dilansir Al Jazeera. Angka tersebut tidak membedakan antara militer, pejabat, maupun warga sipil yang menjadi korban.
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Israel mencatat sejak dimulainya Operasi Singa Mengaum pada Sabtu lalu, 777 orang telah dirawat di rumah sakit. Dari jumlah tersebut, 86 pasien masih dalam perawatan intensif atau ruang gawat darurat.
Empat orang berada dalam kondisi kritis, termasuk dua kasus yang bukan akibat langsung serangan rudal. Sementara itu, 20 pasien dalam kondisi sedang, 58 dalam kondisi stabil, dan empat lainnya masih menjalani evaluasi medis.
Puluhan orang juga mengalami luka-luka akibat kepanikan saat berlarian menuju tempat penampungan.
Sebelumnya, Garda Revolusi Iran mengklaim telah menembakkan rudal ke kompleks pemerintahan di Tel Aviv, pusat keamanan dan militer di Haifa, serta wilayah Yerusalem Timur. “Gelombang kesepuluh serangan ini menargetkan kompleks pemerintahan rezim Zionis di Tel Aviv, pusat militer dan keamanan di Haifa, serta Yerusalem Timur,” ujar pernyataan yang disiarkan TV pemerintah Iran.
Yerusalem Timur, dengan mayoritas penduduk Arab, diklaim Palestina sebagai ibu kota masa depan negara mereka. Iran menyatakan serangan menggunakan rudal balistik Kheibar.(des*)
Komentar