Iran Tegas, Tak Ada Negosiasi dengan AS, Sinyal Konflik Kian Membara -->

AdSense New

Iran Tegas, Tak Ada Negosiasi dengan AS, Sinyal Konflik Kian Membara

Minggu, 29 Maret 2026
.


Teheran, fajarsumbar.com — Pemerintah Iran kembali menegaskan sikap kerasnya terhadap Amerika Serikat (AS) dengan menyatakan tidak akan melakukan negosiasi langsung, meski tekanan internasional untuk meredakan konflik terus meningkat.


Penolakan keras Iran terhadap negosiasi langsung dengan Amerika Serikat menjadi sinyal bahwa ketegangan geopolitik belum akan mereda. Pernyataan ini bukan sekadar diplomasi, tetapi pesan terbuka bahwa Teheran memilih jalur konfrontatif dibanding kompromi.


Pernyataan ini muncul di tengah kabar bahwa proposal dari Washington terkait upaya penghentian konflik saat ini sedang dalam tahap peninjauan oleh otoritas tertinggi di Teheran. Namun, Iran menegaskan bahwa proses tersebut tidak serta-merta membuka pintu dialog langsung.


Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menekankan bahwa komunikasi yang berlangsung selama ini hanya melalui perantara atau mediator, bukan dalam bentuk perundingan resmi antar kedua negara.


Menurutnya, pertukaran pesan yang terjadi tidak bisa diartikan sebagai langkah menuju normalisasi hubungan ataupun kesepakatan damai antara Teheran dan Washington.


“Komunikasi melalui mediator bukanlah negosiasi langsung dengan Amerika Serikat,” tegas Araghchi, sebagaimana dikutip dari laporan media internasional, Sabtu (29/3/2026).


Sikap ini mempertegas garis keras Iran yang sejak awal menolak pendekatan diplomasi terbuka dengan Amerika Serikat, terutama dalam situasi konflik yang masih berlangsung panas.


Di sisi lain, pernyataan yang lebih tajam datang dari kubu militer Iran. Juru bicara Garda Revolusi Iran (IRGC) bahkan secara terbuka menyindir mantan Presiden AS, Donald Trump, dengan nada provokatif.


Dalam pernyataannya, ia meminta Trump untuk tidak menyebut situasi saat ini sebagai sebuah kesepakatan, melainkan sebagai bentuk kebuntuan yang diciptakan oleh pihak Amerika sendiri.


“Jangan sebut kekalahanmu sebagai kesepakatan. Saat ini, kamu hanya sedang bernegosiasi dengan dirimu sendiri,” ujar juru bicara tersebut.


Ia juga menegaskan bahwa tidak akan ada perubahan situasi atau normalisasi hingga Iran sendiri yang menentukan arah kebijakan berikutnya.


Pernyataan keras ini semakin memperlihatkan bahwa Iran tidak hanya menutup pintu negosiasi langsung, tetapi juga menunjukkan posisi tawar yang tinggi dalam konflik yang tengah berlangsung.


Situasi ini diperkirakan akan memperpanjang ketegangan di kawasan, sekaligus memperkecil peluang tercapainya solusi damai dalam waktu dekat.(*)