Memastikan Nyala Api Prestasi: Tim Monev KONI Sawahlunto Bedah Kesiapan Taekwondo Menuju Porprov 2026 -->

AdSense New

Memastikan Nyala Api Prestasi: Tim Monev KONI Sawahlunto Bedah Kesiapan Taekwondo Menuju Porprov 2026

Kamis, 05 Maret 2026
Sinergi Menuju Prestasi: Tim Monev 1 KONI Sawahlunto berfoto bersama atlet dan pelatih Taekwondo Indonesia (TI) Kota Sawahlunto saat melakukan peninjauan kesiapan latihan di Bengkel Utama Silo PT Bukit Asam UPO, Kamis (5/3/2026). Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan fisik dan fasilitas atlet menjelang Porprov Sumbar 2026. (foto/humas koni sawahlunto)


Sawahlunto, fajarsumbar.com — Di bawah naungan bangunan bersejarah Bengkel Utama Silo PT Bukit Asam Unit Pertambangan Ombilin (UPO), suasana latihan cabang olahraga Taekwondo Indonesia (TI) Kota Sawahlunto mendadak terasa lebih formal pada Kamis sore, 5 Maret 2026. 


Kehadiran Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) 1 Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sawahlunto bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan sebuah langkah taktis untuk membedah kesiapan fisik, mental, hingga sarana prasarana para atlet yang diproyeksikan berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026.


​Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab besar KONI Sawahlunto dalam mengawal marwah olahraga kota warisan tambang tersebut. Tim Monev 1 yang dipimpin oleh Boy Purbadi, didampingi jajaran anggota yang terdiri dari Nina Sangra Violita, Adrizal, Vicky Vilfadly, Muhammad Ihsan, hingga Fitria Nova, mengamati dengan saksama setiap detail gerakan atlet di atas matras. Kehadiran mereka menegaskan bahwa persiapan menuju pesta olahraga terbesar di Sumatera Barat itu tidak boleh dilakukan dengan setengah hati.


​Ketua Tim Monev 1, Boy Purbadi, menegaskan bahwa esensi dari turunnya tim ke lapangan adalah untuk menyinkronkan data di atas kertas dengan realitas yang ada di tempat latihan. Menurutnya, akurasi data mengenai jumlah atlet dan intensitas latihan menjadi krusial dalam menentukan arah kebijakan pembinaan ke depan. Sebagai bentuk apresiasi langsung atas dedikasi mereka, tim juga menyerahkan bantuan uang transportasi secara tunai kepada atlet dan pelatih di lokasi latihan.


​"Tim Monev turun langsung ke lapangan untuk meninjau kesiapan atlet, pelatih, serta fasilitas latihan. Pada kesempatan ini kami juga menyerahkan bantuan uang transport secara tunai kepada atlet dan pelatih di tempat latihan. Kegiatan monitoring tersebut akan dilakukan secara berkala hingga pelaksanaan Porprov. Hasil pemantauan di lapangan nantinya akan menjadi salah satu indikator dalam menentukan kelayakan atlet yang akan diberangkatkan mewakili Kota Sawahlunto pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut," ujar Boy Purbadi dengan nada tegas di tengah sela-sela peninjauan.


​Strategi pemantauan yang diterapkan KONI Sawahlunto kali ini tergolong cukup ketat. Selama bulan suci Ramadhan, tim dijadwalkan menyisir enam cabang olahraga berdasarkan jadwal yang telah diserahkan. Namun, Boy menekankan bahwa pihaknya tidak akan memberikan pemberitahuan sebelumnya dalam setiap kunjungan. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan potret orisinal mengenai dinamika latihan yang sebenarnya, tanpa polesan atau pengaturan demi mengesankan tim penilai.


​"Tim Monev turun setiap hari dan kedatangan kami bersifat mendadak. Tujuannya agar kami bisa melihat fakta sebenarnya di lapangan. Ada cabor yang melaporkan jumlah atletnya banyak, namun setelah kami cek langsung ternyata tidak sesuai," tambah Boy menjelaskan urgensi transparansi dalam pelaporan data atlet oleh setiap pengurus cabang olahraga.


​Senada dengan upaya perbaikan integritas data, Ketua Bidang Organisasi KONI Sawahlunto, Vicky Vilfadly, menggarisbawahi perlunya revolusi mental bagi setiap pengurus cabang olahraga (cabor). Ia menyoroti fenomena ketergantungan yang terlalu tinggi dari cabor terhadap KONI, yang seringkali menghambat kemandirian dan inovasi dalam pembinaan atlet. Menurutnya, pemahaman mengenai peran KONI harus segera diluruskan agar sinergi yang terbangun menjadi lebih produktif dan berorientasi pada prestasi.


​"Paradigma lama harus diubah. Cabor jangan menganggap KONI sebagai penyedia seluruh kebutuhan mereka. Fungsi utama KONI adalah sebagai fasilitator dan pendukung. Meski demikian, KONI tetap memberikan perhatian dan dukungan kepada cabang olahraga yang memiliki potensi prestasi, khususnya dalam upaya mengharumkan nama Kota Sawahlunto pada Porprov Sumbar 2026," tutur Vicky Vilfadly.


​Hingga saat ini, proses kurasi terhadap cabang olahraga yang akan diberangkatkan masih terus berlangsung di bawah pengawasan ketat Ketua Umum KONI Sawahlunto, H. Jhon Reflita. Daftar final atlet dan cabor yang akan dikirim sepenuhnya bergantung pada laporan evaluasi di lapangan. 


Di sisi lain, kepastian mengenai cabang olahraga apa saja yang akan dipertandingkan di Sawahlunto selaku salah satu tuan rumah juga masih menunggu ketetapan resmi dari KONI Provinsi Sumatera Barat. Ketidakpastian ini justru memicu tim Monev untuk bekerja lebih keras dalam memastikan bahwa siapapun yang terpilih nantinya adalah mereka yang benar-benar siap secara fisik dan kompetensi. (ton)