Monev KONI Sawahlunto Pantau Kesiapan Atlet Panjat Tebing Jelang Porprov XVI Sumbar -->

AdSense New

Monev KONI Sawahlunto Pantau Kesiapan Atlet Panjat Tebing Jelang Porprov XVI Sumbar

Minggu, 08 Maret 2026
Tim Monev I KONI Kota Sawahlunto berfoto bersama pelatih dan atlet saat meninjau venue panjat tebing FPTI di Silo Saringan dalam rangka persiapan Porprov XVI Sumatera Barat, Sabtu (7/3/2026). (foto/humas koni sawahlunto)


Sawahlunto, fajarsumbar.com - Langkah konkret dalam mematangkan persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI tahun 2026 terus digalakkan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sawahlunto. Pada Sabtu, 7 Maret 2026, Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) I KONI Sawahlunto melakukan kunjungan kerja mendalam ke venue latihan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) yang berlokasi di kawasan bersejarah Silo Saringan. 


Kunjungan ini menjadi bagian krusial dari upaya pemetaan potensi atlet serta pemantauan kelayakan sarana dan prasarana latihan yang dimiliki oleh cabang olahraga andalan tersebut.


​Kedatangan rombongan ini merupakan pelaksanaan mandat dari Surat Keputusan Ketua Umum KONI Kota Sawahlunto Nomor 06 Tahun 2026. Meskipun pada saat peninjauan tidak sedang berlangsung aktivitas fisik di dinding panjat, suasana diskusi tetap berlangsung hangat dan produktif. 


Rombongan yang dipimpin oleh Boy Purbadi selaku Ketua Tim Monev I, didampingi oleh Sekretaris KONI Sawahlunto Hendri Febriyudi beserta jajaran anggota tim seperti Nina Sangra Violita, Adrizal, Vicky Vilfadli, Muhammad Ikhsan, Fitria Nofa, Tumpak Abdurrahman Simamora, dan Hendra Idris, disambut langsung oleh pelatih bertangan dingin, Rilky Ade Saputra.


​Dalam dialog mendalam tersebut, Boy Purbadi secara rinci menggali informasi mengenai jumlah atlet yang diproyeksikan masuk dalam kontingen, kondisi terkini fasilitas latihan, hingga target medali yang dibidik untuk mengharumkan nama Kota Arang. Boy menegaskan bahwa peninjauan lapangan adalah kunci untuk mendapatkan data yang akurat demi mendukung kebutuhan para atlet secara tepat sasaran. Ia menyampaikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi pembinaan yang dilakukan oleh FPTI selama ini.


​“Kami sangat mengapresiasi dedikasi dalam pembinaan dan torehan prestasi yang telah diraih cabang olahraga panjat tebing Sawahlunto selama ini. KONI tentu akan terus memberikan dukungan penuh agar proses pembinaan ini berjalan dengan optimal, terutama dalam fase krusial menghadapi Porprov XVI yang sudah di depan mata,” tegas Boy Purbadi di hadapan jajaran pelatih.


​Semangat yang sama juga disuarakan oleh anggota tim lainnya seperti Vicky Vilfadli dan Muhammad Ikhsan yang menekankan pentingnya modernisasi fasilitas dan konsistensi program latihan. Hal ini dirasa mendesak mengingat panjat tebing memiliki rekam jejak gemilang sebagai lumbung medali bagi Sawahlunto, sebagaimana dibuktikan pada pelaksanaan Porprov XV di Padang Pariaman sebelumnya.


​Menanggapi harapan tersebut, Rilky Ade Saputra selaku pelatih memastikan bahwa mesin pembinaan FPTI tidak pernah berhenti berputar. Para atlet telah melalui berbagai uji tanding, termasuk partisipasi dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) di Padang Pariaman yang menjadi tolok ukur evaluasi kemampuan teknis mereka. Ade optimistis bahwa dengan persiapan yang matang, atlet-atlet Sawahlunto mampu bersaing di level tertinggi provinsi.


​“Beberapa atlet panjat tebing Sawahlunto terus dipersiapkan dengan latihan rutin yang terukur. Kami juga sudah memproyeksikan atlet-atlet yang sebelumnya turun di Kejurda Padang Pariaman untuk menjadi kerangka tim utama. Kami tetap optimistis dan konsisten berlatih sembari menanti regulasi resmi mengenai kategori serta kelas yang akan dipertandingkan di Porprov nanti,” jelas Ade dengan penuh keyakinan.


​Kunjungan ini diakhiri dengan penyampaian pesan motivasi dari Ketua Umum KONI Kota Sawahlunto, H. Jhon Reflita, yang mengharapkan para atlet tetap menjaga ritme latihan dan mental bertanding. Sebagai bentuk perhatian nyata terhadap kesejahteraan atlet di tengah masa persiapan, Tim Monev I juga menyerahkan tali asih yang diperuntukkan bagi kebutuhan berbuka puasa, sebuah simbol kebersamaan antara pengurus dan pejuang olahraga di lapangan. (ton)