Pengurus PWI Piaman Hasil Konferensi VII Belum Dilantik Bagikan ‘Pambali Bantai’ Geliat Mulai Panaskan Mesin -->

AdSense New

Pengurus PWI Piaman Hasil Konferensi VII Belum Dilantik Bagikan ‘Pambali Bantai’ Geliat Mulai Panaskan Mesin

Kamis, 19 Maret 2026
Idham Fadhli, Ketua Terpilih PWI Padang Pariaman/Pariaman didampingi Sekretaris Pelaksana Konferensi VII, Aris Prima Gunawan serahkan secara simbolis 'pambali bantai' lebaran kepada Binjai Chan disaksikan teman-teman, Rabu 18 Maret 2026 (foto.ist) 

Pariaman - Ketika langit senja di kawasan Pondok Duo Kampung Balacan, Kota Pariaman, Rabu (18/03/2026), seolah menjadi saksi bagaimana kehangatan tak sekadar hadir dari hidangan berbuka, tetapi dari rasa kebersamaan yang lama dirindukan.


Ruangan tengah kantor sederhana milik PWI itu, suara tawa dan sapa saling bersahutan, menghapus sekat usia dan pengalaman di antara  sesama insan pers yang tergabung di PWI Padang Pariaman/Pariaman. 


Diantara mereka tak ada sekat yang muda dan yang telah melewati banyak musim dalam dunia jurnalistik di Piaman Laweh tersebut.


Mereka semua larut dalam suasana yang sama. Membaur, bagurau galak tawa jelang menanti sirene dan azan magrib. Terlihat dari raut wajah mereka masing-masing terasa lebih lapang.


Momentum ini bukan sekadar buka puasa bersama. Melainkan pertemuan emosional yang mempertegas arti keluarga dalam tubuh PWI Padang Pariaman/Pariaman.


Di tengah ruangan, meja panjang dipenuhi makan minuman berderet yang telah tersedia. Ditengok begitu sederhana, namun penuh makna.


Bukan kemewahan yang dicari, melainkan rasa kebersamaan yang semakin menguat di bulan suci. Setiap tegukan dan suapan menjadi simbol kehangatan yang tak bisa dibeli. Hanya bisa dirasakan oleh mereka yang hadir.


Tak berapa meter berjarak di seberang jalan Kantor di Jln. SB. Alamsyah itu, ikut shalat Magrib berjamaah di Masjid Darul Ma'arif Tepi Air, Kampuang Balacan, Kota Pariaman. 


Menariknya, meski kepengurusan baru belum resmi dilantik, geliat perubahan sudah terasa. Ketua PWI terpilih hasil Konferensi ke-VII, Idham Fadhli, tampil membuka acara dengan pesan yang tak sekadar formalitas.


Ia menegaskan bahwa Ramadan adalah waktu terbaik untuk mempererat kembali simpul-simpul persaudaraan yang mungkin sempat renggang.


“Kesederhanaan ini justru yang menguatkan kita. Silaturahmi harus lebih kokoh dari sebelumnya,” ucap Idham Fadhli, dengan nada yang menggambarkan harapan besar di balik kepengurusan baru yang akan datang.


Ia juga memberi sinyal kuat bahwa roda organisasi tak akan menunggu seremoni semata. Semangat bergerak sudah dimulai bahkan sebelum pelantikan resmi digelar.


"Rencana pelantikan pun telah disiapkan, agaknya dijadwalkan sekitar sepekan pasca Idul Fitri tahun 1447 H. Ini sebuah langkah awal menuju arah baru organisasi," tuturnya optimis setelah hasil koordinasi dengan Pengurus PWI Provinsi Sumatera Barat. 


Disamping itu, bukan hanya wacana yang dibawa dalam suasana berbuka puasa bersama itu. Rupanya ada pula momen penuh kehangatan bahwa pengurus juga menyerahkan “Pambali Bantai” kepada anggota yang telah tercatat.


Tradisi ini bukan sekadar bantuan menjelang lebaran. Melainkan bentuk nyata kepedulian. Organisasi PWI Padang Pariaman/Pariaman kali ini hadir bukan hanya dalam kerja, tetapi juga dalam kehidupan sesama anggotanya.


Di penghujung acara yang dipandu Aris Prima Gunawan, suasana berubah menjadi haru. Mereka bincangkan memfungsikan Kantor "saghancak sangaik" ke depannya.


Terakhir, terbetik ucapan permohonan maaf lahir dan batin mengalir tulus sesama yang saling bersalaman. Pertemuan itu "ghaso" penuh makna yang sulit diungkapkan kata-kata.


Walaupun sebuah buka puasa sederhana, lahir tekad besar. Membangun PWI Padang Pariaman/Pariaman yang lebih solid, lebih peduli, dan lebih berani melangkah ke depan dengan bersama-sama "saciok bak ayam sadantiang bak basi".(saco).