Sawahlunto, fajarsumbar.com - Memasuki masa krusial libur panjang dan cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah, Kepolisian Resor (Polres) Sawahlunto mengambil langkah strategis guna menjamin stabilitas wilayah. Fokus utama dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 kali ini tidak hanya terpaku pada manajemen arus mudik dan pengamanan objek vital, namun juga menyentuh aspek paling mendasar dalam kehidupan masyarakat, yakni kelancaran distribusi bahan pokok dan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Langkah proaktif ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap lonjakan konsumsi yang biasanya terjadi beriringan dengan meningkatnya mobilitas warga di Kota Arang tersebut.
Kapolres Sawahlunto, AKBP Simon Yana Putra, menegaskan bahwa integritas jalur logistik adalah prioritas yang tidak bisa ditawar. Dalam keterangannya pada Kamis di Sawahlunto, ia menjelaskan bahwa jajaran kepolisian telah memetakan titik-titik rawan yang berpotensi menghambat pergerakan armada pengangkut logistik.
Upaya ini dilakukan agar tidak terjadi kelangkaan barang yang dapat memicu kenaikan harga secara tidak wajar di tengah masyarakat. Menurutnya, kepolisian memandang aspek ketahanan pangan dan energi sebagai bagian integral dari keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Kebutuhan bahan pokok dan BBM merupakan hal yang sangat vital bagi masyarakat, terutama saat aktivitas meningkat pada masa libur Lebaran,” ungkap AKBP Simon Yana Putra dengan tegas. Ia menambahkan bahwa personel kepolisian yang bertugas di lapangan telah instruksikan untuk memberikan prioritas jalan bagi truk pengangkut sembako dan tangki BBM, guna memastikan pasokan di pasar-pasar tradisional maupun SPBU tetap berada pada level aman.
Senada dengan hal tersebut, Pemerintah Kota Sawahlunto menyambut baik inisiatif pengamanan distribusi ini. Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto, Rovanly Abdams, menyatakan bahwa kolaborasi antara birokrasi, TNI, dan Polri merupakan kunci keberhasilan penanganan Lebaran tahun ini. Sinergi ini mencakup pengawasan stok di gudang-gudang distributor serta pemantauan lapangan secara berkala untuk mendeteksi adanya praktik penimbunan yang mungkin dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
“Sinergi lintas lembaga penting agar pengamanan Lebaran berjalan baik dan kebutuhan masyarakat tetap terjaga,” tutur Rovanly Abdams. Dukungan pemerintah daerah ini diwujudkan melalui koordinasi intensif antar-organisasi perangkat daerah terkait dengan pos-pos pengamanan yang telah didirikan oleh pihak Polres di berbagai titik strategis.
Di sisi lain, Polri juga menitikberatkan pada partisipasi publik sebagai mata dan telinga aparat di lapangan. AKBP Simon Yana Putra menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara petugas dan warga. Penguatan layanan pengaduan Polisi 110 menjadi ujung tombak dalam merespons setiap kendala yang ditemukan warga, mulai dari kemacetan jalur logistik hingga indikasi gangguan keamanan di lingkungan sekitar.
“Masyarakat diharapkan segera melapor jika melihat potensi gangguan kamtibmas atau hal-hal yang dapat menghambat akses kebutuhan vital melalui Bhabinkamtibmas, pos pengamanan Operasi Ketupat, maupun kanal pengaduan resmi kepolisian,” ujar Kapolres merinci, Kamis 12 Maret 2026.
Dengan kesiapan infrastruktur teknologi dan kecepatan respons personel, Polres Sawahlunto optimistis perayaan Lebaran 2026 di wilayah hukumnya akan berlangsung dengan penuh kenyamanan tanpa terkendala oleh kelangkaan kebutuhan dasar. (ril/ton)
Komentar