Rest Area Bakal Berdiri di Batang Barus, Pemerintah Kucurkan Anggaran Rp5 Miliar -->

AdSense New

Rest Area Bakal Berdiri di Batang Barus, Pemerintah Kucurkan Anggaran Rp5 Miliar

Selasa, 03 Maret 2026

.


Kab. Solok, fajarsumbar.com - Kunjungan Tim Safari Ramadan (TSR) Provinsi Sumatera Barat di Kabupaten Solok, Sabtu (28/2/2026), tak sekadar agenda silaturahmi keagamaan. Di balik suasana religius di Mesjid Baburrahman Lubuk Selasih, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, terselip kabar besar yang berpotensi mengubah wajah kawasan perbatasan Solok–Padang.


Bupati Solok Jon Firman Pandu mendampingi Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy dalam rangkaian kegiatan TSR yang diawali dengan buka puasa bersama, dilanjutkan salat Magrib, Isya, dan Tarawih berjamaah. Kehadiran rombongan disambut antusias jamaah dan masyarakat setempat yang memadati mesjid.


Turut hadir dalam kesempatan itu Ketua BKOW Sumbar Ny. Detta Vasco, Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Ny. Nia Jon Firman Pandu, Kapolres Solok Arosuka AKBP Agung Pranajaya, anggota DPRD Kabupaten Solok Iskan Nofis, jajaran kepala OPD provinsi dan kabupaten, Camat Gunung Talang, Wali Nagari Batang Barus, serta tokoh masyarakat.


Ketua Pengurus Mesjid Baburrahman dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan TSR Provinsi Sumbar bersama jajaran Pemkab Solok. Ia juga mengungkapkan bahwa menjelang Idul Fitri, MDA Mesjid Baburrahman akan difungsikan sebagai tempat singgah bagi para musafir yang melintas saat arus mudik. Inisiatif ini diharapkan menjadi wujud pelayanan sosial bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh.


Dalam sambutannya, Bupati Jon Firman Pandu menegaskan bahwa Ramadhan harus menjadi momentum memperkuat persatuan dan semangat gotong royong. Ia menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus berbenah, meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.


Sementara itu, Wakil Gubernur Vasco Ruseimy mengaku bangga melihat mesjid yang makmur dengan jamaah. Ia mengingatkan bahwa Ramadan bukan hanya ritual tahunan, tetapi juga momentum refleksi dan penguatan iman. Ia berharap Kabupaten Solok terus tumbuh menjadi daerah yang sejuk, religius, dan harmonis.


Safari Ramadan tersebut juga diwarnai dengan penyerahan berbagai bantuan. Di antaranya bantuan pembangunan mesjid sebesar Rp50 juta, 40 Al-Qur’an dari ASN Provinsi Sumbar, CSR Bank Nagari Rp10 juta, 25 Al-Qur’an dari BPBD Sumbar, santunan untuk anak yatim, bantuan Rp2 juta dari Cabdin Wilayah III Solok Raya, serta bantuan kemanusiaan BAZNAS Sumbar sebesar Rp3 juta. Bantuan ini menjadi bukti konkret kolaborasi pemerintah dan lembaga dalam mendukung penguatan fungsi keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.


Namun, kejutan sesungguhnya justru muncul usai rangkaian kegiatan resmi berakhir. Dalam perbincangan santai di Rumah Dinas Bupati Solok, Wakil Gubernur Vasco Ruseimy menyatakan persetujuannya terhadap rencana pembangunan rest area di Nagari Batang Barus, tepat di kawasan perbatasan Kota Padang dan Kabupaten Solok.


Rest area tersebut direncanakan berdiri di atas lahan seluas 5 hektare, dengan estimasi anggaran pembangunan mencapai Rp5 miliar. Kawasan itu nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat istirahat, tetapi juga berpotensi menjadi pusat aktivitas ekonomi baru di wilayah perlintasan strategis tersebut.


Persetujuan itu diberikan dengan catatan Pemerintah Kabupaten Solok menyiapkan lahan yang dibutuhkan. Menanggapi hal tersebut, Bupati Jon Firman Pandu menyatakan kesiapannya untuk segera berkoordinasi dengan instansi terkait guna merealisasikan penyediaan lahan.


Menurutnya, pembangunan rest area di perbatasan Solok–Padang akan memberi dampak signifikan, baik dari sisi peningkatan layanan publik, penguatan sektor UMKM, maupun pertumbuhan ekonomi lokal. Bahkan, ia mengungkapkan rencana lanjutan berupa pembangunan jalan dua jalur hingga ke Kantor Bupati Solok guna mendukung konektivitas kawasan.


Safari Ramadan kali ini pun bukan hanya mempererat ukhuwah dan silaturahmi, tetapi juga membuka peluang strategis bagi percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Solok. Dari mesjid, lahir gagasan besar untuk masa depan kawasan perbatasan yang lebih maju dan terintegrasi.(Def)