![]() |
| Rudal Iran hujani Kota Tel Aviv, Israel. |
Timur Tengah, fajarsumbar.com - Situasi konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran melancarkan serangan besar-besaran ke sejumlah wilayah strategis Israel. Dalam waktu kurang dari 30 menit, tiga gelombang rudal dilaporkan menghantam kawasan Dimona, Beersheba, hingga Tel Aviv.
Laporan media Israel menyebutkan salah satu serangan paling signifikan terjadi di wilayah Negev, tepatnya pada sebuah fasilitas industri yang dinilai sangat penting. Rudal Iran dikabarkan menghantam area tersebut dan memicu ledakan besar yang disertai kobaran api membumbung tinggi ke udara.
Serangan di Beersheba bahkan dilaporkan menghantam sedikitnya delapan titik berbeda. Dampaknya tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memicu ledakan lanjutan yang diduga berasal dari bahan industri di dalam pabrik yang menjadi sasaran.
Media setempat menggambarkan situasi tersebut sebagai sangat serius, mengingat fasilitas yang terkena serangan merupakan instalasi sensitif. Kekhawatiran meningkat setelah muncul laporan adanya potensi kebocoran bahan kimia berbahaya dari lokasi terdampak.
Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel langsung mengeluarkan peringatan kepada warga terkait kemungkinan paparan zat beracun. Otoritas darurat juga bergerak cepat untuk mengendalikan situasi dan meminimalisir dampak terhadap masyarakat sekitar.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Israel mengonfirmasi adanya kebocoran bahan berbahaya dari pabrik industri yang diserang. Salah satu zat yang disebut-sebut bocor adalah karbon disulfida dari fasilitas di kawasan Neot Hovav, yang dikenal sebagai area industri kimia.
Selain itu, laporan lain menyebutkan bahwa pecahan rudal yang menghantam instalasi tersebut turut merusak jaringan pipa gas, sehingga memicu kontaminasi yang lebih luas dan memperparah kondisi di lapangan.
Di tengah situasi tersebut, sirene peringatan terus berbunyi di berbagai wilayah, termasuk Yerusalem dan sekitarnya, menandakan serangan lanjutan masih berlangsung. Warga diminta tetap berada di tempat perlindungan guna menghindari risiko serangan susulan.
Rentetan serangan ini disebut sebagai bagian dari respons Iran terhadap aksi militer yang dilakukan Israel bersama Amerika Serikat. Dalam serangan balasan tersebut, Iran menargetkan berbagai titik strategis, termasuk fasilitas militer dan instalasi penting lainnya di wilayah yang dikuasai Israel.
Hingga kini, eskalasi konflik belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Serangan balasan yang terus terjadi menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya dampak perang, tidak hanya bagi kawasan, tetapi juga stabilitas global secara keseluruhan.(*)
Komentar