Satu Tahun Mengabdi: Menenun Sawahlunto Menjadi Kota Wisata Dunia yang Hidup dan Menghidupi -->

AdSense New

Satu Tahun Mengabdi: Menenun Sawahlunto Menjadi Kota Wisata Dunia yang Hidup dan Menghidupi

Kamis, 05 Maret 2026
Sinergi Membangun Sawahlunto: Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra dan Wakil Wali Kota H. Jeffry Hibatullah berfoto bersama Anggota DPR RI H. Andre Rosiade serta Staf Khusus Sufmi Dasco Ahmad, Yogi Ramon Setiawan, dalam sebuah kesempatan. Kebersamaan ini merefleksikan kuatnya dukungan pusat dan daerah untuk mewujudkan visi Sawahlunto sebagai kota wisata dunia yang hidup dan menghidupi. (foto/istimewa)

Oleh: Anton Saputra (Wartawan Madya Sertifikasi Dewan Pers)


SATU tahun perjalanan pengabdian Wali Kota Riyanda Putra dan Wakil Wali Kota Sawahlunto H. Jeffry Hibatullah telah membawa kota tambang bersejarah ini bertransformasi menuju visi besar sebagai kota wisata yang estetik, futuristik, serta hidup dan menghidupi. Di bawah nakhoda kepemimpinan saat ini, Sawahlunto tidak hanya bersolek secara visual, tetapi juga memperkuat fundamental ekonominya melalui pertumbuhan yang berwawasan lingkungan. 


Data Badan Pusat Statistik tahun 2025 menjadi saksi bisu keberhasilan ini, di mana tingkat pengangguran terbuka berhasil ditekan secara signifikan dari angka 5,55% pada tahun 2024 menjadi 4,64%. Sejalan dengan itu, kualitas hidup masyarakat meroket yang ditandai dengan kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 76,68 menjadi 77,05. Sawahlunto pun mengukuhkan posisinya sebagai kota dengan penduduk miskin terendah di Provinsi Sumatera Barat, meskipun pada tahun 2025 terjadi dinamika peningkatan tingkat kemiskinan dari angka 2,33%.  


Wali Kota Riyanda Putra dan Wakil Wali Kota H. Jeffry Hibatullah secara resmi meluncurkan aplikasi "Halo Sawahlunto" sebagai langkah nyata menuju Smart Governance berbasis IT. Layanan berbasis WhatsApp ini hadir untuk memberikan solusi cepat dan efisien terhadap setiap laporan masyarakat, memastikan pemerintah selalu hadir di tengah warga. (foto/istimewa)


​Denyut nadi ekonomi kerakyatan kini semakin kencang melalui misi pertama yang berfokus pada ekonomi sektor pariwisata dan lingkungan. Pemerintah telah memverifikasi 12 lahan strategis untuk pembangunan Koperasi Merah Putih di wilayah Muarokalaban, Taratak Boncah, Silungkang Oso, Salak, Sijantang, Batu Tanjung, Rantih, Sikalang, Kumbayau, Santur, Balai Batu Sandaran, dan Durian II. Dari seluruh lahan tersebut, KDKMP Kumbayau kini sedang dalam tahap pembangunan gerai. 


Penguatan ini dibarengi dengan peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui dua paket pelatihan operator alat berat agrof yang bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Padang menggunakan anggaran Kementerian Ketenagakerjaan. Selain itu, penataan kawasan Silo telah dilaksanakan bagi para pelaku UMKM, berpadu dengan dukungan sektor agraris berupa bantuan 13 ekor sapi, 400 ekor itik petelur, dan 80 ekor ayam kepada kelompok tani.  


Wali Kota Riyanda Putra dan Wakil Wali Kota H. Jeffry Hibatullah bersama tokoh masyarakat saat meresmikan menara BTS di Desa Batu Tanjung. Pembangunan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menghapus kesenjangan digital di wilayah pelosok dan memastikan seluruh desa di Sawahlunto terhubung dengan jaringan internet yang cepat dan handal. (foto/istimewa)


​Dalam hal pelayanan publik, Sawahlunto melangkah mantap menuju era Smart Governance berbasis IT sesuai dengan misi kedua. Kehadiran aplikasi "Halo Sawahlunto" menjadi revolusi dalam penanganan laporan publik melalui layanan pesan WhatsApp. 


Efisiensi ini didukung oleh integrasi pelayanan di Mal Pelayanan Publik serta pemasangan 83 titik jaringan internet yang menjangkau seluruh perangkat daerah, kelurahan, hingga UPTD. Untuk menghapus kesenjangan digital di wilayah pelosok, menara BTS telah dibangun di enam desa yaitu Desa Batu Tanjung, Taratak Bancah, Kubang Tangah, Santur, Kolok Mudiak, dan Talawi Mudiak. 


​Wali Kota Riyanda Putra dan Wakil Wali Kota H. Jeffry Hibatullah mendampingi Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam pembukaan Simposium Internasional We Are Site Managers (WASM) 2025. Kolaborasi ini mempertegas komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian warisan budaya dunia sekaligus mempromosikan kekayaan sejarah Sawahlunto ke kancah internasional. (foto/istimewa)


Komitmen pada pembangunan infrastruktur penunjang kesejahteraan masyarakat dalam misi ketiga juga terlihat dari rehabilitasi gapura Muarokalaban dan Talawi, serta tulisan ikonik "SAWAHLUNTO" di Puncak Polan.  


​Pembangunan fisik infrastruktur lainnya mencakup peningkatan jalan ruas Simpang PU, Simpang Napar, Tugu Yamin–Simpang Kubang, Kubang-Lunto, RSUD, hingga Pasar Talawi, serta peningkatan jalan provinsi ruas Guguak Cino-Sawahlunto dan Padang Elok-Ladang Laweh. Perbaikan jembatan dilakukan secara masif di Silungkang Oso, Masjid Baitunnur Kubang Tangah, Desa Balai Batu Sandaran, Muaro Kalaban, hingga Simpang Napar. 


Wali Kota Riyanda Putra bersama para pemenang dalam gelaran Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCA) 2025. Event yang telah masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) ini menjadi ajang kreativitas sekaligus komitmen pemerintah dalam melestarikan kekayaan budaya tak benda dan memajukan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. (foto/istimewa)


Sektor pengairan dan sanitasi pun tak luput dari perhatian melalui pembangunan irigasi di Kolok Mudiak serta pembangunan 217 unit septictank individu di empat kecamatan. Keamanan dan kenyamanan warga di malam hari juga terjamin dengan pemeliharaan penerangan jalan umum di 972 titik, pemeliharaan jaringan 120 titik, dan penambahan jaringan 70 titik baru.  


​Wajah pariwisata Sawahlunto kini semakin mendunia dan berkarakter estetik melalui optimalisasi potensi kepariwisataan sesuai misi keempat dan kelima. Kota ini sukses menjadi tuan rumah Simposium Internasional We Are Site Manager yang dihadiri 35 narasumber dari 21 negara. Kekayaan budaya tak benda terus dilestarikan melalui produksi dua film dokumenter, empat kajian karya budaya, pendampingan terhadap 45 lembaga budaya, serta revitalisasi Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) Ombilin. 


Wali Kota Riyanda Putra menunjukkan piala penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 di Jakarta. Prestasi ini mengukuhkan Sawahlunto sebagai kota dengan capaian jaminan kesehatan masyarakat tertinggi di Sumatera Barat, memastikan akses layanan kesehatan yang merata bagi seluruh warga. (foto/istimewa)


Peningkatan nilai keagamaan pun diwujudkan melalui penyusunan kurikulum TPQ dan program sertifikasi gurunya. Berbagai acara kebudayaan seperti Sawahlunto Cultural Spectrum Festival, Festival 1 Muharram, serta event nasional SISSCA dan SIMFest yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2025 telah berhasil dilaksanakan. Di bidang olahraga, Sawahlunto terus memacu prestasi melalui peningkatan status Geopark, pelaksanaan 11 event olahraga besar, serta pembinaan 269 atlet yang meraih medali di tingkat daerah hingga internasional.  


​Menuju kota sehat dan destinasi pendidikan utama sesuai misi keenam, Sawahlunto mengukir sejarah sebagai peraih penghargaan UHC kategori utama dan menjadi satu-satunya kota di Sumatera Barat dengan capaian jaminan kesehatan masyarakat tertinggi. Fasilitas kesehatan diperkuat melalui penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP), Rekam Medis Elektronik, pemeriksaan kesehatan gratis, serta renovasi ruang NICU, PICU, dan rawat inap VIP RSUD menggunakan dana DAK dan CSR. 


Wali Kota Riyanda Putra bersama jajaran Forkopimda dan para atlet muda saat penutupan Liga Askot PSSI Sawahlunto tingkat SLTP sederajat. Kegiatan ini merupakan bagian dari misi pemerintah untuk memacu prestasi olahraga melalui pembinaan berkelanjutan bagi atlet daerah guna meraih medali di tingkat nasional hingga internasional. (foto/istimewa)


Perhatian sosial menyentuh pemberian bantuan makanan bagi 352 lansia, bantuan usaha ekonomi produktif, serta alat bantu bagi penyandang disabilitas. Di sektor pendidikan, pembangunan SD Jannatul Huffaz dilaksanakan beriringan dengan penyaluran bantuan PIP bagi 3.085 siswa SD dan 1.348 siswa SMP. Bahkan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025 telah menjangkau 3.546 siswa di 24 sekolah Kecamatan Barangin.  


​Prestasi ini ditutup dengan tata kelola pemerintahan yang berdaya saing tinggi dalam misi ketujuh. Pemerintah Kota Sawahlunto telah melaksanakan profiling terhadap 282 ASN dan berhasil meraih anugerah kota sangat inovatif pada ajang Innovative Government Award 2025 dari Kemendagri. 


Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra bersama Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf Erwita Dianti, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, dan Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy secara resmi membuka Sawahlunto International Songket Silungkang Carnaval (SISSCa) 2025. (foto/istimewa)


Selain mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK, Sawahlunto juga dinobatkan sebagai satu-satunya kota di Sumatera Barat yang menerima penghargaan kinerja pemerintah terbaik tahun 2025 dari Kemendagri yang bekerja sama dengan Tempo Media Group. Seluruh capaian ini menjadi fondasi kuat untuk masa depan, di mana pada tahun 2026 pemerintah telah merencanakan pemberian reward bagi pemuda berprestasi di bidang akademik. (*_*)