Oleh: Anton Saputra (Wartawan Madya Sertifikasi Dewan Pers)
SATU tahun perjalanan pengabdian Wali Kota Riyanda Putra dan Wakil Wali Kota Sawahlunto H. Jeffry Hibatullah telah membawa kota tambang bersejarah ini bertransformasi menuju visi besar sebagai kota wisata yang estetik, futuristik, serta hidup dan menghidupi. Di bawah nakhoda kepemimpinan saat ini, Sawahlunto tidak hanya bersolek secara visual, tetapi juga memperkuat fundamental ekonominya melalui pertumbuhan yang berwawasan lingkungan.
Data Badan Pusat Statistik tahun 2025 menjadi saksi bisu keberhasilan ini, di mana tingkat pengangguran terbuka berhasil ditekan secara signifikan dari angka 5,55% pada tahun 2024 menjadi 4,64%. Sejalan dengan itu, kualitas hidup masyarakat meroket yang ditandai dengan kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 76,68 menjadi 77,05. Sawahlunto pun mengukuhkan posisinya sebagai kota dengan penduduk miskin terendah di Provinsi Sumatera Barat, meskipun pada tahun 2025 terjadi dinamika peningkatan tingkat kemiskinan dari angka 2,33%.
Denyut nadi ekonomi kerakyatan kini semakin kencang melalui misi pertama yang berfokus pada ekonomi sektor pariwisata dan lingkungan. Pemerintah telah memverifikasi 12 lahan strategis untuk pembangunan Koperasi Merah Putih di wilayah Muarokalaban, Taratak Boncah, Silungkang Oso, Salak, Sijantang, Batu Tanjung, Rantih, Sikalang, Kumbayau, Santur, Balai Batu Sandaran, dan Durian II. Dari seluruh lahan tersebut, KDKMP Kumbayau kini sedang dalam tahap pembangunan gerai.
Penguatan ini dibarengi dengan peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui dua paket pelatihan operator alat berat agrof yang bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Padang menggunakan anggaran Kementerian Ketenagakerjaan. Selain itu, penataan kawasan Silo telah dilaksanakan bagi para pelaku UMKM, berpadu dengan dukungan sektor agraris berupa bantuan 13 ekor sapi, 400 ekor itik petelur, dan 80 ekor ayam kepada kelompok tani.
Dalam hal pelayanan publik, Sawahlunto melangkah mantap menuju era Smart Governance berbasis IT sesuai dengan misi kedua. Kehadiran aplikasi "Halo Sawahlunto" menjadi revolusi dalam penanganan laporan publik melalui layanan pesan WhatsApp.
Efisiensi ini didukung oleh integrasi pelayanan di Mal Pelayanan Publik serta pemasangan 83 titik jaringan internet yang menjangkau seluruh perangkat daerah, kelurahan, hingga UPTD. Untuk menghapus kesenjangan digital di wilayah pelosok, menara BTS telah dibangun di enam desa yaitu Desa Batu Tanjung, Taratak Bancah, Kubang Tangah, Santur, Kolok Mudiak, dan Talawi Mudiak.
Komitmen pada pembangunan infrastruktur penunjang kesejahteraan masyarakat dalam misi ketiga juga terlihat dari rehabilitasi gapura Muarokalaban dan Talawi, serta tulisan ikonik "SAWAHLUNTO" di Puncak Polan.
Pembangunan fisik infrastruktur lainnya mencakup peningkatan jalan ruas Simpang PU, Simpang Napar, Tugu Yamin–Simpang Kubang, Kubang-Lunto, RSUD, hingga Pasar Talawi, serta peningkatan jalan provinsi ruas Guguak Cino-Sawahlunto dan Padang Elok-Ladang Laweh. Perbaikan jembatan dilakukan secara masif di Silungkang Oso, Masjid Baitunnur Kubang Tangah, Desa Balai Batu Sandaran, Muaro Kalaban, hingga Simpang Napar.
Sektor pengairan dan sanitasi pun tak luput dari perhatian melalui pembangunan irigasi di Kolok Mudiak serta pembangunan 217 unit septictank individu di empat kecamatan. Keamanan dan kenyamanan warga di malam hari juga terjamin dengan pemeliharaan penerangan jalan umum di 972 titik, pemeliharaan jaringan 120 titik, dan penambahan jaringan 70 titik baru.
Wajah pariwisata Sawahlunto kini semakin mendunia dan berkarakter estetik melalui optimalisasi potensi kepariwisataan sesuai misi keempat dan kelima. Kota ini sukses menjadi tuan rumah Simposium Internasional We Are Site Manager yang dihadiri 35 narasumber dari 21 negara. Kekayaan budaya tak benda terus dilestarikan melalui produksi dua film dokumenter, empat kajian karya budaya, pendampingan terhadap 45 lembaga budaya, serta revitalisasi Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) Ombilin.
Peningkatan nilai keagamaan pun diwujudkan melalui penyusunan kurikulum TPQ dan program sertifikasi gurunya. Berbagai acara kebudayaan seperti Sawahlunto Cultural Spectrum Festival, Festival 1 Muharram, serta event nasional SISSCA dan SIMFest yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2025 telah berhasil dilaksanakan. Di bidang olahraga, Sawahlunto terus memacu prestasi melalui peningkatan status Geopark, pelaksanaan 11 event olahraga besar, serta pembinaan 269 atlet yang meraih medali di tingkat daerah hingga internasional.
Menuju kota sehat dan destinasi pendidikan utama sesuai misi keenam, Sawahlunto mengukir sejarah sebagai peraih penghargaan UHC kategori utama dan menjadi satu-satunya kota di Sumatera Barat dengan capaian jaminan kesehatan masyarakat tertinggi. Fasilitas kesehatan diperkuat melalui penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP), Rekam Medis Elektronik, pemeriksaan kesehatan gratis, serta renovasi ruang NICU, PICU, dan rawat inap VIP RSUD menggunakan dana DAK dan CSR.
Perhatian sosial menyentuh pemberian bantuan makanan bagi 352 lansia, bantuan usaha ekonomi produktif, serta alat bantu bagi penyandang disabilitas. Di sektor pendidikan, pembangunan SD Jannatul Huffaz dilaksanakan beriringan dengan penyaluran bantuan PIP bagi 3.085 siswa SD dan 1.348 siswa SMP. Bahkan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025 telah menjangkau 3.546 siswa di 24 sekolah Kecamatan Barangin.
Prestasi ini ditutup dengan tata kelola pemerintahan yang berdaya saing tinggi dalam misi ketujuh. Pemerintah Kota Sawahlunto telah melaksanakan profiling terhadap 282 ASN dan berhasil meraih anugerah kota sangat inovatif pada ajang Innovative Government Award 2025 dari Kemendagri.
Selain mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK, Sawahlunto juga dinobatkan sebagai satu-satunya kota di Sumatera Barat yang menerima penghargaan kinerja pemerintah terbaik tahun 2025 dari Kemendagri yang bekerja sama dengan Tempo Media Group. Seluruh capaian ini menjadi fondasi kuat untuk masa depan, di mana pada tahun 2026 pemerintah telah merencanakan pemberian reward bagi pemuda berprestasi di bidang akademik. (*_*)
Komentar






