Sinergi Warisan Dunia: Sawahlunto Perkuat Strategi 6A Menuju Kota Wisata Futuristik -->

AdSense New

Sinergi Warisan Dunia: Sawahlunto Perkuat Strategi 6A Menuju Kota Wisata Futuristik

Selasa, 03 Maret 2026
Suasana Forum OPD Kota Sawahlunto yang berlangsung di Balai Kota pada Selasa, 3 Maret 2026, yang dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, dr. Lila Yanwar, MARS, dan dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Sawahlunto, Drs. Irzam, K., M.M., guna mensinkronkan program pengembangan pariwisata berbasis warisan dunia. (foto/rian efendi rizal)


Sawahlunto, fajarsumbar.com – Momentum penguatan jati diri Kota Sawahlunto sebagai pusat pariwisata berbasis warisan dunia kembali ditegaskan dalam Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang digelar pada Selasa, 3 Maret 2026. Bertempat di Balai Kota Sawahlunto, pertemuan strategis ini menjadi wadah krusial untuk melakukan sinkronisasi program kerja lintas sektoral demi menjawab tantangan pengelolaan Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto yang telah diakui UNESCO.


​Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, dr. Lila Yanwar, MARS, yang memberikan perhatian khusus terhadap arah pengembangan pariwisata di kota tambang tersebut. 


Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat sekaligus Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Sawahlunto, Drs. Irzam, K., M.M. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan, mulai dari jajaran Barenlitbangda, Dinas PUPR, Dinas Kebudayaan, hingga komunitas penggerak pariwisata, menunjukkan adanya kesadaran kolektif bahwa membangun pariwisata tidak dapat dilakukan secara parsial oleh satu instansi saja.


​Dalam pidato pembukaannya, Drs. Irzam menekankan bahwa forum ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan langkah nyata dalam mewujudkan visi besar kepemimpinan daerah. Beliau menggarisbawahi pentingnya harmoni antara estetika sejarah dan kebutuhan masa depan.


​"Forum ini merupakan momentum yang tepat sebagai upaya mensinergikan lintas sektor penggerak pariwisata, menyelaraskan program kerja, serta memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan visi dan misi Wali Kota Sawahlunto sebagai kota wisata yang estetik, futuristik, hidup, dan menghidupi. Melalui forum ini, kita harapkan terbangun komitmen bersama yang solid dan berkelanjutan," ujar Drs. Irzam di hadapan para peserta.


​Diskusi mendalam dalam forum tersebut mengerucut pada implementasi strategi 6A yang komprehensif, yakni Attraction, Accessibility, Amenities, Ancillary, Activities, dan Available Packages. Fokus utama diarahkan pada optimalisasi aset heritage yang sudah ada, seperti Museum Goedang Ransoem dan Lubang Tambang Mbah Soero, agar tidak hanya menjadi saksi bisu sejarah tetapi mampu menawarkan pengalaman yang interaktif dan edukatif bagi wisatawan. 


Strategi ini juga mencakup perbaikan aksesibilitas menuju situs-situs bersejarah serta peningkatan kualitas amenitas yang tetap mempertahankan fasad arsitektur kolonial yang autentik.


​Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Afridarman, S.E., M.M., yang turut mendampingi, menekankan bahwa integrasi antara sektor perhubungan, pertanian melalui DKP3, dan kebudayaan harus bermuara pada kesejahteraan lokal. 


Dengan penyusunan paket wisata terpadu, diharapkan durasi tinggal wisatawan di Sawahlunto dapat meningkat, yang secara otomatis akan menggerakkan roda ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM dan jasa pariwisata.


​Penutupan forum ini meninggalkan catatan penting mengenai penguatan kelembagaan pengelola kawasan. Melalui sinergi yang terbangun antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Sawahlunto, diharapkan kota ini mampu bertransformasi menjadi destinasi yang tidak hanya berdaya saing secara nasional, tetapi juga tetap lestari sebagai warisan dunia yang memberikan dampak ekonomi nyata dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. (ton)